Moisture Balance Percepat Analisis Kadar Air

Fatipa Unisri Terima Bantuan Peralatan Praktikum

Terima Bantuan : Penyerahan bantuan peralatan praktikum dari Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi kepada Fakultas Teknologi Dan Industri Pangan Universitas Slamet Riyadi Surakarta di kampus setempat, Senin (2/12/2019).

JATENGONLINE, SOLO – Dosen dan mahasiswa Fakultas Teknologi Dan Industri Pangan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang tengah praktikum kini tidak butuh waktu lama lagi untuk mengetahui hasil analisis kadar air makanan atau bahan makanan yang sedang diteliti.

Unisri kini memiliki alat moisture balance yang bisa untuk mengetahui hasil analisis kadar air hanya dalam hitungan menit. Moisture balance itu menggantikan peralatan yang telah jadul, yaitu oven/pemanas yang butuh waktu sekitar tujuh hingga sepuluh hari untuk bisa mengetahui hasil analiisis kadar air makanan yang diteliti.

Dekan Fakultas Teknologi Dan Industri Pangan (Fatipa) Dr Nanik Suhartatik berharap, dengan peralatan yang cukup modern tersebut penelitian ataupun riset yang dilakukan para dosen dan mahasiswa bisa menjadi lebih cepat serta lebih terukur. “Sehingga tidak ada lagi keluhan dari beberapa klien dalam penelitian,” kata Nanik.

Hal itu dikatakan ketika menerima bantuan berbagai peralatan praktikum dari Yayasan Pendidikan Tinggi Slamet Riyadi di kampus setempat, Senin (2/12). Selain moisture balance, bantuan lainnya berupa timbangan digital empat digit, magnetic spirals hotplate, dan mikropipet.

Nanik yakin, dengan dukungan berbagai peralatan baru dan canggih itu akan menjadikan penelitian di bidang pangan di Unisri menjadi lebih akurat. Sehingga grade Fakultas Teknologi Dan Industri Pangan Unisri terus meningkat dan memberi nilai positif tinggi dalam reakreditasi program studi maupun perguruan tinggi.

“Kami akan terus mengembangkan laboratorium, agar Fakultas Teknologi Dan Industri Pangan Unisri terus menjadi leader,” kata dekan menutup sambutannya.

Hal senada dikatakan Rektor Unisri, profesor Sutardi. Namun kata dia, pengembangan laboratorium tidak cukup hanya menambah peralatan praktikum atau mengganti peralatan yang lebih canggih dan modern tapi juga pemisahan tempat atau laboratorium praktikum bagi mahasiswa atau peneliti pemula dengan penelitian lanjutan para mahasiswa yang lebih senior.

Kecenderungan tingkat kerusakan peralatan praktikum oleh mahasiswa baru, kata Sutardi, lebih tinggi dibanding yang lebih senior dan lebih berpangalaman, sehingga tempat praktikum harus dipisahkan. Selain itu tempat praktikum juga harus longgar agar mahasiswa yang praktik tidak berdesak-desakan. “Saya yakin, pihak yayasan mengetahui hal ini dan saya yakin pula yayasan memperhatikan hal ini,” kata rektor. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *