“MRE Makanku” Wong Solo Siap Saji Aman Dikonsumsi

MRE Makanku : Varian baru makanan siap saji yang aman dikonsumsi PT Halalan Thoyiban

JATENGONLINE, SOLO – Di era digital teknologi seperti saat ini, kecepatan dan kepraktisan menjadi kata kunci. Bisnis apapun tidak bisa lepas dari dua kata kunci tersebut, seprti halnya di sektor kuliner.

Untuk menjawab tuntutan akan hal tersebut, Wong Solo Group, melalui PT Halalan Thayyiban Indonesia (HaTI), membuat terobosan dengan memproduksi Makanan Cepat Saji (Meal Ready To Eat), dengan merk Dagang “Makanku“

Produk yang telah diuji dan teliti selama satu tahun ini, Insya’Allah akan dilaunching di bulan Mei 2020. MRE Makanku mempunyai keunggulan yakni memiliki variasi menu yang merepresentasikan cita rasa nusantara.

Tahan 1 tahun tanpa pengawet karena diproduksi dengan pemanasan suhu dan tekanan tingi. Cocok dibawa kemana saja mulai dari Perjalanan Haji/Umroh, Traveling, dan kegiatan outdoor lainnya. Bisa dipanaskan tanpa api atau listrik. Menyajikan makanan yang sehat dan higienis

“Alhamdulillah tahun ini PT Halalan Thayyiban Indonesia (HaTI) dipercaya Kemenag Republik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia yakni 3 hari sebelum dan 2 hari sesudah ARMINA,” papar Puspo Wardoyo, ketika wawancara online di Resto KQ-5. Jumat (10/4/2020)

Dimana kepercayaan yang diberikan itu bersama vendor lain seperti Fiesta, Foodex, Fiesta, Asem Garoot, Umara, dan Pangan Sari.

Sehingga MRE Makanku ini merupakan terobosan baru bagi Kemenag dalam melayani konsumsi jamaah haji pada 5 hari tersebut, jika menggunakan fresh meal atau nasi kotak biasa akan menimbulkan banyak masalah, selain makanan terlambat sampai di jamaah, bahkan kadang membusuk, mengingat kondisi Mekah pada saat itu sangat padat.

MRE Makanku yang telah mendapatkan ijin edar dan sertifikat Halal MUI saat ini turut berpartisipasi dalam menanggulangi COVID-19 di kota Solo untuk konsumsi masyarakat yang dikarantina.

“Di tengah pandemi seperti ini MRE Makanku sangat praktis, tidak perlu dapur dan tukang masak sehingga dapat mengurangi kerumunan orang yang berisiko terjangkit COVID-19. Kedepan MRE Makanku akan diekspor dan InsyaAllah akan mejadi makanan global,” tegas Puspo.

Ditambahkan Puspo, ide awal PT Halalan Thayyiban Indonesia melebarkan sayap usaha MRE, saat ia merasa tidak puas dengan layanan konsumsi selama menunaikan haji selama ini.

“Selama tiga tahun saya melakukan riset bagaimana bisa membuat makanan tahan lama, praktis yang tetap enak. Hingga lahirlah MRE Makanku ini berhasil lolos sebagai vendor penyedia makan ibadah haji,” imbuh Puspo.

MRE Makanku ini diklaim mampu bertahan hingga 1 tahun, dan merupakan produk MRE modern satu satunya yang kini berkembang di Indonesia. Dengan menerapkan teknologi dari Jepang dan Cina hingga menghasilkan makanan siap saji yang rasa dan kualitasnya tetap terjaga.

“Makanan ini cocok untuk dibawa bepergian jauh, hiking, logistik tentara, kedaruratan atau bencana dan haji,” katanya.

MRE Makanku segera di launching di pasaran, mulai Juli 2020 mendatang dengan lima varian rasa yang sudah dilegalkan oleh Badan POM, yakni gulai ayam, rendang daging, gudeg, ayam balado dan ayam asam manis.

“Kita produksi mulai Desember 2019 di Sanggrahan Sukoharjo, optimis MRE Makanku bisa tersebar hingga seluruh pelosok negeri dan disukai karena menggunakan menu kuliner nasional,” tutupnya. (ian)

ini proses memasak MRE Makanku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *