Ini Dalang Mundurnya Anthony Dari Calon Ketua REI Jateng

KOALISI PASTI : Komisariat Solo Raya dan Semarang saat mendeklarasikan ‘perjodohannya’ di Lorin Solo Hotel. Selasa (16/9/2020)

JATENGONLINE, SOLO – Menjelang digelarnya Musda XIII REI Jateng, Sabtu (19/9/2020), yang tinggal hitungan hari telah, ternyata tidak mudah diprediksi seperti apa strategi yang dilakukan oleh masing-masing tim sukses.

Termasuk mundurnya kandidat yang diusung oleh Komisariat Solo Raya, Anthony A. H Prasetyo, yang suratnya secara resmi di tanda tangani, Selasa (16/9/2020), selanjutya melebur jadi satu, mendukung secara bulat Kandidat dari Komisariat Semarang Nur Widhi Wijatmoko dengan nomor urut 2.

Ada asap tentunya ada api, siapa dalang dibalik semuai ini? Tentunya ada ‘itung-itungan’ tersendiri terkait dengan strategi yang dilakukan oleh masing-masing tim sukses, salah satunya gagasan membangun koalisi diterapkan Dokter Arifin dan Maharani, timses kandidat keduanya

Bukan tanpa alasan memang, karena keduanya melihat dari fungsi-fungsi organisasi, diantaranya harus mampu menjalankan tiga pilar organisasi, yakni: 1. Memberi pelayanan administrasi terhadap anggota, 2. Memberi edukasi ataupun memberi pembelajaran terhadap anggota, 3. Memberikan advokasi jika ada permasalahan anggota.

“Kami melihat ada dua kekuatan yang cukup bagus, yakni pak Widhi yang memiliki prestasi akademik cukup bagus selain prestasi di bisnisnya, dan ini semoga modal utama edukasi terhadap anggota,” terang dokter Arifin.

Sementara pak Anthony, lanjutnya, dengan karakternya yang selama ini telah bekerja dengan baik, sebagai enpowering yang akan memberikan advokasi, serta memberikan perlindungan dan sekaligus nanti penataan administrasinya.

“Ini harapan kita, kenapa mengkolaborasikan kedua kekuatan ini agar anggota merasa terayomi dan terlayani dengan baik,” katanya.

Menurutnya, di Jawa Tengah ini ada tiga kekuatan besar yakni Semarang, Solo dan Banyumas, ketiga kekuatan ini harus di satukan agar organisasi ini berjalan sesuai dengan yang kita kehendaki.

“Kalau ketiga kekuatan bisa berkumpul menjadi satu, maka bahasa saya istilahnya pelayanan terhadap anggota dan imbasnya ke masyarakat akan semakin baik lagi,” pungkasnya.

Sementara Maharani, mengakui tidak mudah untuk menggabungkan dua kekuatan yang memiliki karakter saling melengkapi ini, membutuhkan waktu yang panjang juga melalui proses yang alot diperjalanannya.

“Perjodohan ini memang tidak mudah, memerlukan waktu perjuangan dan perjalanan panjang,” terag Maharani.

Tapi yang penting, lanjutnya, bagi saya selaku Plt. Ketua Komisariat Solo Raya, secara bulat suara mendukung 100 persen untuk calon nomor urut 2 Nur Widhi Wijatmoko, karena Anthony A. H Prasetyo calon ketua nomor urut 1 yang diusung Komisariat Solo Raya secara legowo mundur dan menjadi Sekjen.

Usai ‘perjodohan’ selain membulatkan dukungan, Komisariat Semarang juga terus berupaya mendapatkan dukungan komisariat lain. Seperti Tegal, Pekalongan, Kudus, dan Pati. Selain mencermati verifikasi administrasi DPT pemilik suara di musda, untuk memenangkan pemilihan.

Adapun program kerja, duet Widhi-Anthony bakal memajukan organisasi dengan mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimiliki REI Jateng dan memaksimalkan peran dan kerja sama dengan para stakeholder. Melanjutkan agenda roadshow yang telah dilakukan selama pencalonan kemarin. Dan sering terjun ke bawah ke komisariat-komisariat untuk mendengar keluhan, baik masalah pribadi atau organisasi, mencarikan solusi, yang selama ini tidak dilakukan oleh kepengurusan terdahulu. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *