Danger Prediction, Belajar Menerawang Bahaya

JATENGONLINE, SEMARANG – Marhaban Ya Ramadhan, Bulan Ramadhan adalah bulan yang suci, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Puasa bukan membatasi seseorang untuk melakukan kegiatan, baik bekerja, berdagang, sekolah dan aktifitas yang lainya. Tetap jaga keselamatan berkendara saat berpuasa dengan mengenali kondisi yang mungkin membahayakan.

Prediksi bahaya juga merupakan hal yang rutin perlu kita lakukan setiap berkendara. Namun perlu ditingkatkan, terlebih karena adanya perubahan perilaku pengguna jalan. Dengan melakukan prediksi bahaya, kita dapat menemukan bahaya dari perubahan perilaku pengguna jalan dan kemudian mengantisipasi beberapa perilaku pengguna jalan yang berbeda.

Dari apa yang kita lihat dan pengetahuan atau pengalaman kita bisa menarik kesimpulan apakah ini membahayakan atau tidak, terlebih saat ramadhan yang mungkin ada sebagian orang minim persiapan tubuh untuk berpuasa menyebabkan kendala dikemampuannya. Meningkatkan waspada adalah hal yang harus.

Sebagai contoh, kita harus bisa memprediksi bahaya pengendara yang tergesa-gesa menjelang waktu berbuka, pengendara yang menepi tiba2 saat waktu berbuka puasa, membeli takjil, dan kerumunan yang tiba – tiba terjadi karena antri membeli makanan berbuka. Sehingga kita harus secara spontan merespon dengan memberikan jarak yang aman, mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan. Bahaya yang mungkin terjadi di jalan raya sendiri bisa dikategorikan dalam 3 tingkatan, yakni:

  1. Bahaya langsung
    Adalah bahaya yang dapat terlihat secara langsung, pada kondisi ini tidak diperlukan prediksi bahaya,yang dilakukan adalah dengan cara menghindar. Kapan waktu yang tepat untuk menghindar dari bahaya, dan bagaimana cara kita menghindari bahaya. Contohya : Disimpang empat terlihat didepan sebuah mobil akan membelok kekanan, kondisi seperti ini sudah bisa kita lihat, sehingga kita akan tau kira kira bahaya apa yang akan terjadi.
  2. Bahaya tidak langsung
    Adalah bahaya yang sudah bisa kita lihat, bisa saja berpotensi bahaya atau tidak berpotensi bahaya, kondisi ini biasanya membuat dilema para bikers, antara mau tetap melaju atau mengurangi kecepatan. Contohnya : Lampu perlintasan berwarna hijau, bikers berada disamping truck, maka pergerakan dari truck berpotensi bahaya. Yang harus dilakukan adalah bersiap untuk kejadian yang mungkin terjadi.
  3. Bahaya tersembunyi
    Adalah bahaya yang benar benar tidak terlihat, yang kita bisa hanyalah memprediksi kondisi lingkungan pada waktu itu. Contohnya : Pengendara melewati jalan sempit banyak terdapat gang, sehingga jika ada kendaraan muncul dari gang langsung masuk kejalur kita akan berpotensi bahaya. Yang harus kita lakukan adalah meningkatkan waspada dan mencari informasi didepan selengkap mungkin.

“#Cari_aman saat berkendara adalah pilihan yang harus dan jangan lupa berdoa. Semoga kita bersama dimampukan melewati Hari Kemenangan dengan aman dan bersuka ria!”, tutup Alfian Dian Pradana, Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, dikantornya Kamis (29/4/2021). (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *