BKK Jateng Siap Berikan Kemudahan Pekerja Informal Miliki Rumah di Solo Raya

JATENGONLINE, SOLO – Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Solo Raya menindak lanjuti MoU REI DPD Jawa Tengah dengan BKK Jateng Perseroda dengan melakukan sosialisasi program pengadaan rumah siap huni untuk pasar sektor informal, yang tidak memiliki fix income seperti pedagang, pelaku jasa dan non pegawai lainnya.

Adapun potensi pekerja informal sangat besar, dan sebenarnya mampu untuk bisa mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), namun terkendala akses menembus perbankan ketika mengajukan KPR. Dengan penghasilan yang fluktuatif setiap harinya, menjadi parameter perbankan tidak bisa masuk. Meskipun selama sebulan sebenarnya mampu untuk membayar cicilan KPR.

“Saat ini diperlukan terobosan dan keberanian dari lembaga keuangan–baik bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat untuk mengakomodasi para pekerja sektor informal yang ingin mempunyai rumah subsidi,” kata S. Maharani, Ketua REI Solo Raya, usai penyerahan berkas anggota REI Solo Raya. Selasa (19/10/2021)

REI Komisariat Soloraya siap menggarap pasar sektor informal. Hingga saat ini anggota REI Soloraya memiliki 96 developer, dengan 52 anggota aktif yang siap menangkap peluang ini. Terlebih REI merupakan organisasi resmi, jadi produknya sangat kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada konsumen.

“Untuk tahun 2021 ada 3000 unit ready stok rumah subsidi,” tegas Maharani

Direktur Pemasaran BKK Jateng Perseroda, Moh. Syafii menyatakan dukungan penuh atas kerjasama pihaknya dengan REI Jateng. Terlebih potensi pasar sektor informal belum banyak dilirik.

“REI organisasi resmi jadi produknya sangat kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan pada konsumen, kami siap mendukung penuh dengan berbagai kemudahan kredit,” tegas Syafi’i.

Kemudahan yang diberikan BKK Jateng, lanjut Syafi’i diantaranya prosedur cepat dan syarat mudah, untuk aturan sesuai standart perbankan namun dengan bunga 10 persen fix rate sampai 17 tahun.

Menurut Wakil Ketua DPD REI Jawa Tengah, Anthony H. Prasetyo, pekerja informal merupakan pekerja yang statusnya memiliki usaha sendiri dan pekerja bebas di sektor pertanian dan non pertanian, dan belum memiliki proteksi ekonomi dari pemerintah. Bidang pekerjaan yang masuk dalam sektor pekerjaan informal adalah pedagang kaki lima, sopir angkot, dan tukang becak.

“Jumlah pekerja informal saat ini sudah menunjukkan angka yang tinggi dan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu, dan tentunya keberadaan pekerja informal ini juga membutuhkan perumahan sebagai tempat tinggal. Namun akses pembiayaan perbankan menjadi kendala,” kata Anthony.

Namun Anthony yakin, adanya BKK Jateng berkomitmen memberikan beberapa kemudahan kepada calon konsumen KPR. Dengan menerapkan aturan sesuai standar perbankan, dengan bunga 10 persen fix rate hingga 17 tahun, konsumen pekerja sektor informal dapat terbantu. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *