Angelia Sri Yuliani Terpilih Ketua Ranting WKRI Banjarsari 2021-2024

Theresia Tuti Ambarsari selaku Ketua WKRI Cabang Surakarta (kiri) saat melantik Maria Angelia Sri Yuliani Ketua Ranting Banjarsari 2021-2024 terpilih, dilaksanakan di Pendhapi Kowara Gilingan. Minggu (28/11/2021)

JATENGONLINE, SOLO – Sehubungan dengan berakhirnya masa jabatan pengurus lama, pada tanggal 28 November 2021 WKRI Ranting Banjarsari, Cabang Surakarta mengadakan pemilihan Ketua ranting yang baru. Dalam kesempatan, ini Theresia Tuti Ambarsari selaku Ketua WKRI Cabang Surakarta berkenan hadir untuk memberikan pengarahan tentang tata cara pemilihan ketua ranting yang baik dan benar sekaligus melantik ketua terpilih.

Setelah doa pembukaan, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Wanita Katolik. Kemudian ketua ranting lama, Maria Angelia Sri Yuliani, memberikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota.

Para kandidat ketua ranting dari 15 anak ranting di Banjarsari

Adapun tata cara pemilihan, nama-nama calon diusulkan oleh anggota dan inspirasi dari anak ranting, di Banjarsari terdapat 15 anak ranting, sehingga ada 15 kandidat, kemudian ditanyakan apakah yang bersangkutan bersedia dicalonkan sebagai Ketua. Kesediaan dicalonkan juga berarti kesediaan mengemban tugas apabila terpilih.

Dalam pemilihan tersebut, Angelia Sri Yuliani mendapat suara terbanyak yakni 22 suara dari total 27 suara sehingga terpilih sebagai Ketua Ranting Banjarsari periode 2021-2024 untuk kali kedua.

Maria Angelia Sri Yuliani

Dalam sambutannya usai pelantikan Angelia Sri Yuliani menyampaikan mengenai bagaimana melayani dengan baik. Karena melayani itu sangat sulit kalau tidak ada niat. Selain itu, melayani tidak boleh memilih sebab melayani itu membantu, berbagi, berkorban, berguna baik untuk keluarga maupun orang lain.

“Dalam melayani haruslah dilandasi rasa tanpa pamrih dan jangan mencari pujian ingin dikenal,” terangnya.

Untuk itu, ia berpesan kepada pengurus yang dilantik agar bisa mengandalkan Tuhan dalam menjalankan tugasnya. Sehingga bisa bertugas dengan baik.

“Pada kepengurusan berikutnya, mengapresiasi dan fokus mendukung kegiatan pemerintah dalam penanggulangan stunting, ini sebagai upaya dalam mencegah stunting dan antisipasi bertambahnya balita stunting,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, stunting adalah kondisi gagalnya pertumbuhan tubuh dan otak pada anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pengurus WKRI ranting Banjarsari agar bisa mengandalkan Tuhan dalam menjalankan tugasnya. Demi bisa dalam menjalankan tugas dengan sebaik mungkin. “Dan saya juga berharap kepada pengurus yang baru untuk menjadi pelayan Tuhan dan tidak ada lagi perbedaan diantar kita. Karena kita semua adalah WK,” harapnya. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *