Kusumo: Revitalisasi Sriwedari Harga Mati !

Pemkot untuk melakukan revitalisasi bangunan dan fasilitas umum lain di lahan Sriwedari bisa didanai APBD jika belum ada dana CSR.

JATENGONLINE, SOLO – Banyak ikon legendaris yang sudah dikenal oleh publik dan masyarakat luas dilahan Sriwedari. Bahkan juga ikon-ikon yang benar-benar mengandung muatan sejarah dan juga masuk dalam kategori perlindungan cagar budaya. Seperti Museum Radya Pusataka, atau gedung Wayang Orang yang umurnya sudah ratusan tahun berdiri.

Taman Sriwedari merupakan kebanggaan warga Solo, Sriwedari merupakan gudangnya para seniman. Termasuk pelukis, pengrajin, pemahat, pemain wayang, penari dan masih banyak lagi potensi yang ada didalamnya.

Sementara keberadaan paguyuban Forum Komunitas Sriwedari (Foksri) itu sendiri, jumlah anggotanya sangat besar. Yang unik, dalam satu wilayah atau forum itu masih terdapat banyak paguyuban lain yang bernaung di dalamnya.

Penasehat Foksri (Forum Komunitas Sriwedari) Dr. BRM. Kusumo Putro SH, MH, menyampaikan, banyak komunitas dan paguyuban yang mewadahi berdasar bidang atau jenis usaha dan jasanya masing-masing.

Misalnya ada paguyuban Busri, komunitas para pedagang buku bekas dan baru yang sangat melegenda sejak dulu hingga sekarang. Juga ada paguyuban Pasari, Rukun Santosa, PKL Dalam dan Luar Sriwedari, Jasa komputer, Tukang Parkir, Bursa Mobil Bekas.

“Besarnya potensi tersebut, Foksri memohon Walikota Solo, agar segera menjadikan semua potensi yang ada di lahan Sriwedari, menjadi salah satu bagian dari pembangunan kota Solo,” lanjut Kusumo.

Menjadi satu prioritas penting, dalam rangka pembangunan menyeluruh di kota Solo, dalam rangka usaha dan program peningkatan ekonomi kreatif dan UMKM di kota Solo.

“Intinya, keberadaan Sriwedari dengan segala ikon dan potensinya jangan sampai hilang ditelan jaman. Jangan sampai masyarakat dan dunia lupa dengan sejarah dan keberadaan Sriwedari,” tegas Kusumo.

Ditambahkan Kusumo, jika Legislatif mendukung usulan revitalisasi kawasan Sriwedari, Laweyan tersebut.

Bahkan Ketua DPRD Kota Solo, Budi Prasetyo, kata Kusumo, jika belum mendapat dana Corprate Social Responsibility (CSR) untuk penataan kawasan Sriwedari, Pemkot Solo bisa menggunakan dana APBD.

Sebagaimana disampaikannya, dan dirilis sejumlah media, agar kawasan Sriwedari segera dilakukan revitalisasi, kondisi bangunan dikawasan tersebut saat ini sekitar 75 persen sudah rusak.

“Bangunan yang berada di kawasan Sriwedari kondisinya, dan membahayakan bagi masyarakat maupun komunitas yang kerap beraktivitas di kawasan tersebut,” ujarnya. (*/ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.