Gelar Pameran, Paguyuban Developer SoloRaya Optimistis Sektor Properti Pulih di 2022

JATENGONLINE, SOLO – Paguyuban Developer Solo Raya didukung Mitra 10 menggelar “Merdeka Property Expo 2022″. Pameran ini merupakan kali pertama digelar paguyuban tersebut untuk memenuhi kebutuhan hunian dan investasi properti masyarakat di daerah Solo Raya.

Merdeka Property Expo 2022 akan berlangsung dari 13 – 21 Agustus 2022 di atrium Solo Grand Mall (SGM) menampilkan produk properti dari dari 27 pengembang, perbankan, supplier bahan bangunan di Solo Raya, tentu banyak pilihan bagi para pengunjung yang akan membeli rumah atau bahan bangunan.

Pameran dengan target nilai 100 Miliar rupiah ini, calon pembeli juga bisa langsung aplikasi atau akad kredit karena di situ juga ada bank yang melayani kredit pemilikan rumah (KPR), khususnya rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Pameran offline ini pertama kalinya kami adakan paska pandemi. Dengan mempertemukan pengembang dan pembeli secara langsung, diharapkan event ini dapat mempermudah masyarakat untuk menemukan properti sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Ketua Paguyuban Developer Solo Raya, Oma Nuryanto, saat konfrensi pers di Hotel Omaya Sukoharjo, Selasa (9/8/2022).

Menurutnya, Merdeka Property Expo tahun 2022 ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat di sektor properti.

Oma mengajak masyarakat untuk tidak perlu takut bertransaksi di sektor properti saat ini baik untuk kebutuhan tempat tinggal maupun sebagai instrumen investasi. Dengan membeli properti saat ini,ungkapnya, ada dua keuntungan sekaligus yang dilakukan konsumen yaitu apresiasi investasi di masa yang akan datang dan ikut berperan dalam pemulihan ekonomi nasional khususnya di Solo Raya.

“Justru inilah waktu yang tepat untuk melakukan pembelian properti karena ada banyak kemudahan, dan banyak promo menarik dari pengembang,” kata Oma

Oma menegaskan, pihaknya optimistis sektor properti di Jawa Tengah secara umum, khusunya Solo Raya akan pulih di 2022, terlebih di segmen komersial (non-subsidi). Bahkan saat ini, meski progres pemulihan ekonomi paska pandemi, beberapa pengembang di Solo Raya justru sudah aktif melakukan ekspansi dengan meluncurkan produk baru.

“Jadi kondisi saat ini tidak menyurutkan semangat pengembang di Solo Raya, kami justru bersemangat pasar properti akan membaik termasuk dengan menggelar pameran seperti ini,” imbuh Oma.

Ditambah lagi, Solo Raya memiliki konsumen yang tidak terbatas regional saja, namun nasional. Menurut Oma, minat konsumen yang ingin memiliki rumah di wilayahnya masih sangat tinggi, baik untuk ditempati keluarga, juga untuk kebutuhan investasi. Secara harga, rumah-rumah yang banyak dicari berkisar antara Rp200 hingga Rp500 juta per unit.

Harga tanah dan properti di Solo Raya setiap tahun semakin melambung tinggi terlebih dengan masifnya pembangunan infrastruktur seperti jalan tol. Oma menyebutkan harga lahan di sekitar tol dan beberapa daerah di sekitarnya bisa naik 40% hingga 50% akibat adanya proyek jalan tol.

Di sisi lain, akibat pembangunan tol, diprediksi akan ada kantong-kantong permukiman baru di Solo Raya. Pengembang yang tergabung dalam Paguyuban Developer Solo Raya pun sudah mulai berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merealisasikan kawasan-kawasan permukiman baru tersebut.

Selain menawarkan rumah subsidi dan komersial dengan harga Rp 150 Juta sampai 1,5 Miliar, dengan lokasi perumahan yang dibangun di Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Sragen, dan Wonogiri sejumlah lahan juga ditawarkan oleh pengembang.

“Lahan dengan harga mulai 30 jutaan di tawarkan juga di Merdeka Property Expo ini,” imbuh Aji Atmodiwiryo, salah satu panitia lainnya. (*/ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.