Workshop Implementasi Model Sekolah Ramah Anak Dalam Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Daerah

Kegiatan workshop implementasi model sekolah eamah anak di SDN 15 Solo, belum lama ini

JATENGONLINE, SOLO – Tim Pengabdian Masyarakat Unisri Surakarta menggelar workshop Implementasi Model Sekolah Ramah Anak (SRA) dalam pendidikan karakter berbasis budaya daerah di SD Negeri 15 Surakarta.

Sekolah tersebut juara tingkat Jawa Tengah dan SDN percontohan dalam mengimplementasikan Model Pengembangan SRA dalam pendidikan karakter berbasis budaya daerah untuk mendukung KLA pada SD.

Ketua PGRI Surakarta Prof Dr Sugiaryo menjadi pembicara dalam workshop bertema “Implementasi Model Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Daerah dalam Pengembangan Sekolah Dasar Ramah Anak Untuk Mendukung Kota Layak Anak (KLA) itu. Workshop diikuti para guru dan kepala sekolah tersebut.

Sebagai lanjutan dari workshop, keesokan hari, tim pengabdian Unisri menggelar pelatihan bagi para peserta didik. Yakni melalui kegiatan karawitan dan gendhing-gendhing yang mengiringi lagu-lagu tembang dolanan yang mengandung pendidikan karakter budaya daerah.

 

Saat bersamaan diserahkan bantuan media pembelajaran budaya Jawa berupa 10 white board dan tulisan Artefak bertuliskan filsafat budaya Jawa : “Ajining Diri ono Ing Kedaling Lathi”, “Ajining Sariro Ono Ing Busono”, “Becik Ketitik Ala Ketara”, “Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe”.

“Kegiatan ini dibiayai dana hibah dari Dirjen Dikti Kemendikbud,” kata Dr Siti Supeni, ketua tim pengabdian sekaligus Dosen PPKN Unisri.

Kepala SDN 15 Surakarta Agus Kristo M.Pd menyambut baik dua kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu. “Kami aampaikan terimakasih atas bantuan yang telah tim pengabdian sumbangkan berupa whiteboard dan artefak,” kata Agus. (*/ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *