Localana ‘Ketika Lurik Bicara’ The Alana Hotel

JATENGONLINE, SOLO – The Alana Hotel & Convention Center Solo terus berperan aktif dalam memperkenalkan budaya Indonesia dan pada Hari Sabtu (26/11), hotel dengan konsep modern-ethnic tersebut menggelar Localana dengan judul ‘Ketika Lurik Berbicara’. Bertempat di Lobby The Alana Hotel & Convention Center Solo, hotel berbintang terbaik se-Jawa Tengah tersebut berkolaborasi dengan Fashion Designer Indrias Senthir serta Lions Club Solo Bengawan sebagai peraga busananya. Selain Lions Club Solo Bengawan, turut hadir pula TikTokers Australia, Damian Hoo, yang memperagakan busana lurik karya Indrias Senthir.

“Localana merupakan event yang diselenggarakan oleh Archipelago yang bertujuan untuk mengangkat potensi daerah di tempat The Alana berada, sehingga event ini pun digelar di seluruh The Alana yang tersebar di seluruh Indonesia. Kami bersyukur menjadi penutup dari rangkaian event Localana dan merasa tersanjung karena mendapatkan kesempatan untuk mengenalkan kain asli dari Kota Solo, yakni Lurik,” terang Sistho A. SRESHTHO, ST, CHA, General Manager The Alana Hotel & Convention Center Solo.

Di sisi lain, Indrias Senthir sebagai pemilik Lurik Senthir, menuturkan bahwa dirinya merasa senang karena telah bekerjasama dengan The Alana Hotel & Convention Center Solo dan memperkenalkan kembali Lurik yang telah mendunia.

Karya lurik dari fashion designer yang bernama asli Indrias Tri Purwanti tersebut sebelumnya telah ditampilkan di berbagai negara dan ajang fashion show nasional

Kain lurik yang dibawakannya juga memiliki filosofi dan cerita tersendiri yang membuat Lurik Senthir dapat berbicara dalam guratan luriknya. Sebagai pelestari lurik, Indrias tentu memiliki harapan tersendiri seperti yang diungkapkannya.

“Tentu saja, saya berharap agar kain lurik dapat terus dilestarikan dan kegiatan ini menjadi bukti bahwa lurik juga tetap dilirik,” lanjut Indrias Senthir.

Serunya Localana : Ketika Lurik Berbicara di The Alana Hotel & Convention Center Solo

Lions Club Solo Bengawan, yang dalam gelaran malam tersebut sebagai model, melalui perwakilannya, Lion Jose, menuturkan bahwa sebagai salah satu komunitas pengabdian masyarakat di Kota Solo, ia bersama rekan-rekan Lions lainnya merasa perlu untuk terus mendorong serta melestarikan budaya yang berada di Kota Solo. Lions Club Solo Bengawan juga akan terus membantu kegiatan-kegiatan sosial dan terus menumbuhkembangkan jiwa-jiwa sosial di anggota mereka serta memberikan inspirasi bagi orang-orang sekitar.

“Kami tentu bangga karena pada malam hari ini dapat mengenakan salah satu kain tradisional, kain khas Kota Solo, yaitu Lurik. Ini menjadi penyemangat bagi Kami untuk terus melestarikan budaya Indonesia dan budaya Kota Solo pada khususnya,” terang Lion Jose. (*/ian) 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *