PERNIKWARTA JATENG

Pensiunan Pemkot Solo ‘Guyub Rukun’ Gelar Halal Bihalal

JATENGONLINE, SOLO – Persatuan Pensiunan (Perpensi) Kota Surakarta menyelenggarakan acara tahunan silaturahmi dan Halal Bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1444 H pada Sabtu (6/5/2023) di Lantai 4 Ballroom Gedung Sekretariat Bersama Kota Surakarta, Jalan Lumban Tobing 6 Kepatihan Wetan.

Acara ini merupakan langkah yang baik untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan rekan sesama pensiunan.

Rangkaian kegiatan Halal Bihalal dibuka oleh pembawa acara dr. Retno Endah Herman S. diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an Surat Ali Imran ayat 134-135, sambutan dan Ikrar Halal Bihalal dilanjutkan hiburan hadrah yang dibawakan oleh Pensiunan Menuju Husnul Khatimah (PMHK), ramah tamah dan penutup.

Ketua Panitia HBH Perpensi Surakarta, Yosca Herman S. melaporkan persiapan hingga penyelenggaraan acara, berucap Terima kasih kepada sejumlah donatur dan sponsor yang telah mendukungnya.

“Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Perpensi ini, serta menyampaikan harapan untuk kerukunan ini ke depannya, untuk selalu menjaga silaturahmi,” papar Yosca.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Sunarto Istianto Penasehat Perpensi Surakarta menyampaikan sejarah berdirinya Persatuan Pensiunan Surakarta.

“Silaturahmi merupakan sillah ar-rahim yang artinya menumbuhkan kasih sayang. Dengan bersilaturahmi mudah-mudahan panjang umur dan rezeki bertambah. ” ujar Sunarto.

Dalam Perpeni Surakarta ada banyak kelompok, mulai dari pengajian hingga olah raga. Yang bisa diikuti oleh siapapun, termasuk kepada mereka yang baru saja purna tugas.

Sementara H. Ichwan Dardiri membacakan Ikrar Halal Bihalal, mengajak para hadirin untuk memanfaatkan acara halal bihalal ini sebagai momentum untuk saling memaafkan.

Sebelum tausyiah Halal Bihalal, disuguhkan fashion show busana muslim Batik Fajar Indah menampilkan desain hasil karya dari Hj. Saraswati Purnomo, diperagakan oleh ibu-ibu pensiunan PMHK.

Pada tausiyahnya Ustadz menyampaikan 4 L yang dikenalkan oleh Sunan Kali Jaga diungkap beliau yakni, Lebaran, Leburan, Luberan dan Laburan. 

Sesuai tema pada kegiatan ini yang diuraikan oleh beliau adalah Lebaran; menjadi insan Madani. Luberan; Menggali Potensi Diri. Leburan; Mempererat Tali Silaturrahmi. Laburan; Kembali ke Fitrah/ kembali suci.

“Lebaran berarti lebar dan luas, dalam arti memberikan kelebaran (membuka) hati untuk memaafkan pada pihak lain,” jelasnya.  

Pelaksanaan lebaran di bulan Syawal yang artinya meningkat, setelah puasa Ramadhan ada peningkatan. Leburan, dalam arti lebur itu hancur dan makna yang tersirat di kalimat Halal Bihalal adalah, kamu punya salah saya halalkan dan jika saya punya salah mohon dihalalkan. Dari saling memaafkan maka dosanya lebur, atau tidak punya dosa (0:0). 

Luberan dalam arti kita menggali potensi yang baik untuk melakukan kebaikan seperti sodaqoh uang (angpou) buat anak-anak. Inti dari luber ini, kita tidak pelit untuk mengeluarkan harta benda. Laburan dalam arti labur, kembali ke suci.

Bangunan boleh indah, putih dan bersih tapi yang lebih penting adalah hatinya. Karena Allah berfirman, “Allah tidak melihat wajahnya, Allah tidak melihat hartanya, tapi yang dilihat Allah adalah hati dan amal ibadahnya.

Selain bersalaman dan meminta maaf satu sama lain, acara ini juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize. Kemudian acara yang dihadiri tidak kurang 200 pensiunan ini diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah.

Hadir dalam acara tersebut mantan Walikota Solo dan Wakil Walikota Solo FX. Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo, Mantan Sekda H. Samsudiat, dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkot Solo. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *