banner 728x250

Ferry Indrianto: Inklusif! Kata Kunci Sukses Pembangunan Berpedoman Sumber Daya Lokal

banner 120x600
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo menggelar kegiatan rapat pimpinan kota (Rapimkot) 2024 untuk membahas program kerja prioritas di sepanjang 2024 di Hotel Solia Zigna Laweyan, Solo. Kamis (21/3/2024)

Hadir dalam Rapimkot 2024 yang mengangkat tema Maju Bersinergi Meraih Prestasi dalam Harmoni ini, Ketua Kadin Solo Ferry Septha Indrianto serta ada puluhan pengurus Kadin Solo

banner 325x300

Ada bahasan target satu juta member baru Kadin. Mempertegas sejumlah program Kadin lainnya seperti Solo Great Sale (SGS) dan meningkatkan kemitraan dengan pengusaha nasional.

“Kadin Kota Solo bakal kembali menggelar event Solo Great Sale pada bulan Mei mendatang.” tegas Ferry, ditemui disela kegiatan Rapimkot.

Event SGS tersebut, lanjut Ferry, akan berlangsung bersamaan dengan event Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) PKK. Diharapkan antara Kadin Solo dengan Dekranas bisa saling bersinergi dan berkolaborasi.

Kadin Solo pun, Ferry mensosialisasikan kepada seluruh anggotanya untuk 1 juta member baru ini, yang merupakan target Kadin Indonesia secara nasional, namun di Kadin Solo sendiri, untuk mikro akan di-free-kan sebanyak 1.000 keanggotaan.

“Untuk Kadin Surakarta mendapat target 1.000 anggota baru. Jadi Kadin Solo memberikan kemudahan untuk administrasi, langsung kita berikan WEB dan ID nya,” jelas Ferry.

Rapimkot juga membahas beberapa program Kadin Surakarta seperti Solo Great Sale dan dan meningkatkan kemitraan dengan pengusaha nasional yang menggarap proyek skala besar di Solo, agar pengusaha lokal di Solo tidak lagi sebagai objek tapi jadi subjek. Supaya impactnya adalah ketika sudah subjek itu berarti transfer knowledge.

Kalau pengusaha lokal kita dianggap belum mampu maka perlu kemitraan dengan nasional maupun provinsi. Peran pemerintah mendukung Kadin sangat dibutuhkan sehingga pemain lokal harus bisa menjadi pelaku utama dalam kota Solo sendiri.

“Dengan menjadi subyek dalam dunia industri di kota Solo bakal memberi effect domino lebih luas bagi kota Solo,” tegas ketum ini.

Dampak positipnya dari menjadi subjek yakni bisa terciptanya lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat. Bagi Pemkot Solo juga bisa mengambil peran untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Peran pengusaha lokal meningkat, sehingga meningkatkan keuntungan dan investasi bagi kota. Dan mampu membuka usaha baru,” kata Ferry.

Menambahkan tujuan pembangunan yang menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, lanjut Ferry, maka dapat mampu berproses secara optimal dan tepat sasaran.

Menurut Ferry, pembangunan dapat berhasil dengan kata kunci inklusif. Berpedoman dengan sumber daya lokal kita.

“Program-program yang dilakukan Kadin Solo, harus mampu menggeser lokal konten menjadi penggerak utama pembangunan daerah,” katanya optimis. (*/ian)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *