LKLK Gelar Festival Dolanan Tradisional: Menebar Salam Perdamaian Bagi Remaja dan Pemuda di Wilayah Rentan Radikalisme

Peduli Perdamaian di Kalangan Pemuda Solo Raya

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Lembaga Kajian Lintas Kultural, dengan dukungan dari Indika Foundation, sukses menyelenggarakan acara “Festival Dolanan Tradisional” yang bertujuan untuk menebar salam perdamaian bagi remaja dan pemuda di wilayah rentan radikalisme. Acara ini diikuti oleh 50 pemuda dari berbagai daerah yang rawan terpengaruh paham radikalisme dan dipandu oleh seniman ternama, Ki Jantit Sanakala.

Festival ini berlangsung selama sehari dan diisi dengan berbagai kegiatan dolanan tradisional yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan. Peserta diajak untuk kembali mengenal dan melestarikan permainan tradisional yang kini mulai terlupakan, seperti tembang dolanan jawa, wayang anak, dan juga membuat topeng wayang. Selain itu, para peserta juga mendapatkan sesi diskusi interaktif yang membahas tentang pentingnya perdamaian dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Ki Jantit Sanakala, dengan keahliannya dalam seni tradisional, berhasil menghidupkan kembali semangat kebersamaan di antara para peserta. Beliau menekankan bahwa permainan tradisional tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan sosial dan mengajarkan nilai-nilai moral yang positif.

Dewan Pengawas Lembaga Kajian Lintas Kultural, Tri Rohmad,SH,MH mengungkapkan harapannya bahwa kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun perdamaian di kalangan remaja dan pemuda. “Kami percaya bahwa melalui pendekatan budaya dan permainan tradisional, kita dapat menanamkan semangat perdamaian dan mengurangi risiko radikalisme di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Nanda Mahindra Aji, sebagai salah satu pemuda yang mengikuti kegiatan ini, berharap bahwa kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan di berbagai wilayah.

“Kami senang sakali akan kegaiatan ini, merupakan hal yang mendukung inisiatif yang bertujuan menciptakan perdamaian dan memberdayakan generasi muda,” kata perwakilan dari pemuda.

Festival Dolanan Tradisional ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan serupa di masa depan, dengan tujuan membangun komunitas yang lebih harmonis dan toleran. Melalui dolanan tradisional, nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan perdamaian dapat disebarluaskan kepada generasi muda sebagai upaya pencegahan radikalisme. (*/ian) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *