Implementasi Pada Pengabdian Masyarakat,APTISI Komisariat II Surakarta Tandatangani MoU dengan Universitas dari Madagaskar, Uzbekistan dan Kazakhstan

JATENGONLINE, SOLO – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Komisariat II Surakarta menggelar kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan akreditasi Perguruan Tinggi Swasta di Solo Raya, menandatangani MoU implementasi kerja sama dengan universitas dari Madagaskar, Uzbekistan dan Kazakhstan, Senin (20/5/2024).

MoU ini terkait dengan perkembangan Perguruan tinggi, MoU ini dibingkai dalam International Seminar The Roles of Creative Industry in Advancing The Prosperity of The Nation.

Seminar ini menghadirkan pembicara dari empat negara yakni Vietnam, Madagaskar, Uzbekistan dan Indonesia.

Sekretaris APTISI Komisariat II Surakarta, Dr. R. Taufiq NM menyampaikan, jika MoU ini menggandeng 20 universitas swasta di Solo Raya, dan selanjutnya menuju kearah implementasi pengabdian dan visiting Profesor yang kan dilaksanakan pada Selasa (21/5/2024) dengan 9 PTS.

Dari Universitas Uzbekistan saat memaparkan materi seminar

“Hasilnya bertujuan untuk menaikan serta mengoptimalkan potensi PTS di Solo Raya menjadi lebih baik dan bisa terakreditasi unggul,” papar Taufiq  disela acara. Senin (20/5/2024).

Sedangkan 20 PTS tersebut antara lain Universitas Duta Bangsa, ITS PKU Muhammadyah, Uniba, STT Warga, Poltek Indonesia dan 15 lainnya.

Setelah MoU, lanjut Taufiq, akan di tindak lanjuti dengan kegiatan imbal balik dari kampus luar negeri tersebut ke Solo.

“Kami juga akan mengunjungi negara mereka. Implementasi yang terdekat dengan bentuk pengabdian masyarakat internasional.” kata Taufiq.

Yaitu dosen antara Uzbekistan, Kazakhstan dan Madagaskar dengan dosen dari Indonesia memberikan edukasi terkait ekonomi kreatif yakni berupa pengabdian Masyarakat pada warga Desa Kemuning Tawangmangu Karanganyar.

“Ini adalah desa binaan kami.

Mengambil Kemuning selain karena sebagai desa binaan Aptisi Komisariat menjadQ II Solo Raya, juga karena menjadi icon daerah dan mengoptimalkan ekonomi kreatif di sana lebih baik lagi.

“Dengan adanya pengabdian masyarakat internasional kita harapkan narasumber dari Uzbekistan, Kazakhstan, Madagaskar, Indonesia bisa berkolaborasi mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif masyarakat Kemuning,” pungkasnya.

Selain pengabdian untuk masyarakat, kerja sama ini juga memberi nilai tambah bagi masing-masing universitas yakni menambah nilai pada sisi akreditasi lebih baik lagi.

Melalui MoU ini juga memberikan manfaat pada mahasiswa dari PTS yang bergabung dalam program pertukaran mahasiswa antar negara.

Sementara Ketua APTISI komisariat II, Assoc. Prof. Dr. Singgih Purnomo, MM menambahkan, bahwa dari berbagai implementasi nyata dari MoU ini. Seperti program Student Exchane, Lomba Tingkat International dan Jurnal International demi kemajuan perkembangan Perguruan Tinggi.

“Melalui MoU APTISI dengan universitas dari negara lain bisa membawa dampak secara nyata terhadap PTS di Indonesia terutama di Solo Raya,” harapnya. (*/ian) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *