banner 728x250
BISNIS  

Memperkenalkan Smart Fertilizing Recommendation System kepada Petani, Eratani Lakukan Uji Coba di Area Operasional Jawa Barat

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, 27 Maret 2024 – PT Eratani Teknologi Nusantara telah melaksanakan uji coba penggunaan perangkat Smart Fertilizing Recommendation System bersama dengan Petani Binaan Eratani di beberapa lahan area operasional Jawa Barat sebagai bagian dari inisiatif lanjutan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian Indonesia. Agenda tersebut mendapat sambutan positif dari para petani yang tergabung dalam ekosistem perusahaan. Petani Binaan Eratani juga menunjukkan kesiapannya untuk mengadopsi pendekatan baru dalam pemupukan guna meningkatkan produktivitas panen.

Pada tahun 2023, data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan luas panen padi sekitar 81,53 ribu hektare di daerah Jawa Barat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan signifikan dalam produksi padi juga terjadi di wilayah-wilayah sentra produksi padi, termasuk di Kabupaten Karawang dengan penurunan sebanyak 130,2 ribu ton. Angka penurunan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pemupukan yang tidak sesuai yang berakibat pada tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi esensial untuk pertumbuhan optimal tanaman padi.

banner 325x300
Depan - belakang; Andrew Soeherman (CEO Eratani), Petani Binaan Eratani, Hilman Hasyim Firdaus(Farmer Excellence Lead Eratani)
Depan – belakang; Andrew Soeherman (CEO Eratani), Petani Binaan Eratani, Hilman Hasyim Firdaus(Farmer Excellence Lead Eratani)

“Melalui implementasi perangkat Smart Fertilizing Recommendation System, kami berharap para Petani Binaan Eratani dapat lebih terbantu dalam menerapkan praktik pemupukan yang lebih tepat dan efisien,” ujar Andrew Soeherman, CEO Eratani. “Langkah ini merupakan strategi kami dalam memastikan keberlanjutan sektor pertanian yang tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga kesehatan tanah untuk jangka panjang.”

“Dengan penggunaan teknologi IoT ini, kami berharap bahwa para petani dapat menyesuaikan kadar pemberian pupuk berdasarkan data yang akurat dan rekomendasi yang tepat untuk perkembangan tanaman yang lebih optimal,” ujar Hilman Hasyim Firdaus, Farmer Excellence Lead Eratani. “Kami telah melakukan percobaan di beberapa area di Jawa Barat dan akan menunggu hasil produksi padi yang lebih baik dengan harapan petani akan dapat menyaksikan peningkatan signifikan baik dalam kualitas maupun jumlah hasil panen.”

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi pertanian, Eratani akan terus berkomitmen untuk mengembangkan solusi inovatif yang mendukung smart farming di Indonesia. Melalui strategi yang berorientasi pada teknologi, Eratani bertujuan untuk memperbaiki kualitas kehidupan para petani serta menjamin stabilitas keamanan pangan Indonesia. Eratani juga terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra potensial dalam rangka mewujudkan visi untuk membangun ekosistem pertanian yang kuat.

Tentang PT Eratani Teknologi Nusantara

Berdiri sejak tahun 2021, Eratani merupakan perusahaan teknologi pertanian yang menyediakan akses pendanaan, pendampingan, serta akses pasar dengan memanfaatkan penggunaan teknologi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui penyediaan ekosistem yang komprehensif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir, Eratani saat ini telah menggandeng lebih dari 22.000 petani yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Dengan pendampingan penuh, saat ini Eratani telah membantu petani untuk meningkatkan hasil produksi pertanian sebesar 29%. Sebagai ecosystem builder, Eratani juga telah menjalin kerja sama dengan 500 kios pertanian dan 70 penggilingan padi (Rice Milling Units). Di tahun 2023, Eratani telah memperoleh penghargaan sebagai Top 3 Best Agritech in the World dari G20 Digital Innovation Alliance.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *