Praktis atraksi balon udara kali pertama di Solo tak jadi terselenggara dengan alasan faktor cuaca. Ribuan warga pun yang sejak subuh memadati lokasi mengaku kecewa .
Munculnya ribuan rasa kecewa masyarakat itupun mengusik hati Kusumo Putro, tokoh masyarakat Solo, Kusumo menilai jika penyelenggara tidak menunjukkan sikap profesional dalam menangani situasi tersebut. Dirinya juga sangat menyayangkan, tidak adanya permintaan maaf langsung kepada pengunjung yang sudah datang dari berbagai daerah Solo Raya sejak subuh.
Dimana warga sudah rela datang sejak subuh, rela berdesakan demi melihat festival ini. Tapi acara dihentikan, tanpa ada penyampaian maaf secara terbuka kepada pengunjung.
“Buruknya komunikasi panitia, justru berpotensi mencoreng citra kota Solo sebagai kota wisata dan pusat event budaya. Masyarakat seharusnya diberi penjelasan yang jelas terkait alasan teknis penghentian penerbangan balon udara.” sesal Kusumo. Senin (18/5/2026)
Lebih lanjut ditambahkan Kusumo, bahwa pengunjung tidak semuanya paham soal teknis cuaca atau keselamatan penerbangan. “Panitia seharusnya memberi penjelasan yang simpatik dan edukatif, bukan sekadar menghentikan acara begitu saja(9,” katanya.
Festival yang menghadirkan belasan balon udara hias itu sebelumnya menjadi magnet baru wisata Kota Solo. Sejak dini hari, kawasan Alun-Alun Utara dipadati warga dari Solo, Klaten, Sukoharjo hingga Wonogiri yang penasaran menyaksikan atraksi balon udara khas Wonosobo.
Namun sekitar pukul 07.00 WIB, panitia memutuskan menghentikan penerbangan balon setelah kecepatan angin meningkat drastis.
Perwakilan panitia, Slamet Sulistiyono, menjelaskan keputusan tersebut diambil demi faktor keselamatan. Berdasarkan pengukuran di lokasi, kecepatan angin mencapai 12 hingga 20 knot, jauh di atas batas aman penerbangan balon udara dekoratif yang hanya sekitar 4 knot.
Kalau pun toh tetap dipaksakan, material balon bisa robek dan membahayakan kru maupun penonton.
Pimpinan Bank Jateng Syariah Cabang Solo, Nur Rochmah Lia Fabiyanti mengakui, jika tingginya antusiasme masyarakat belum diimbangi kondisi cuaca yang mendukung.
Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf dan berjanji melakukan evaluasi menyeluruh.
Panitia berencana kembali menggelar festival serupa pada momentum Hari Raya Iduladha mendatang dengan persiapan teknis yang lebih matang agar masyarakat dapat menikmati atraksi balon udara secara aman dan maksimal. (*/ian)




















