KORMI Surakarta Gelar Jalan Santai Napak Tilas Sejarah Balekambang: Kolaborasi Sehat dan Edukatif Bersama KJNI & KPK

Berita, Olahraga1241 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Surakarta sukses menggelar kegiatan “Jalan Santai Napak Tilas Sejarah Taman Balekambang” pada Minggu, 2 Agustus 2026. Acara kolaboratif bersama

KJNI (Komunitas Jalan Nordic Indonesia) Solo dan Komunitas Pejalan Kaki (KPK) ini memadukan aktivitas fisik, edukasi sejarah, dan hiburan dalam satu rangkaian yang menarik minat ratusan warga.

banner 336x280

Dimulai pukul 06.30 WIB dari start dan berakhir di Taman Balekambang, kegiatan ini tidak hanya menawarkan manfaat kesehatan jasmani tetapi juga kekayaan wawasan budaya. Rute jalan santai yang mengelilingi Taman Balekambang dipilih secara simbolis untuk mengajak peserta merasakan langsung atmosfer kawasan bersejarah peninggalan Puro Mangkunegaran.

Ketua KJNI Solo dan Jawa Tengah Retno Setyowati menjelaskan, pihaknya menunjukkan bahwa olahraga jalan-jalan
Itu menggerakkan 90% otot dan kita sangat berterima kasih kepada masyarakat karena terus berkembang sampai saat ini.

“Di Solo yang tadinya hanya 50, sekarang sudah hampir 250. Dan di Jawa Tengah sudah ada 20 kabupaten kota yang memiliki KJNI.Kita sedang memperjuangkan agar KJNI menjadi bagian dari KORMI, semangat!” ujar Retno.

Rangkaian Kegiatan yang Padat dan Bermakna                                                      Acara dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kota Surakarta, Budi Prasetyo S.Sos., M.A.P., yang bertindak sebagai pengibar bendera start didampingi perwakilan KORMI, KJNI, dan KPK.

“Ya, KORMI ini kan cabang olahraganya cukup banyak dan sebagian besar atau semuanya malah itu merupakan olahraga masyarakat. Ini menjadi support yang sangat luar biasa untuk KORMI, olahraga masyarakat itu juga sekarang ini perlu kita perhatikan.” kata Budi Prasetyo, usai mengibarkan bendera start.

Karena ini di bawah pembinaan dari Dinas Pemuda dan Olahraga, lanjut Budi, jadi tidak hanya KONI, tetapi juga punya KORMI.
Tentunya ini menjadi kewajiban pemerintah dan DPRD untuk ikut membina.

“Kemudian tentunya kalau berkaitan dengan kegiatan-kegiatan, ya support berkaitan dengan anggaran. Ini yang tentunya nanti akan kita perjuangkan bersama.” tegasnya.

Harapannya dengan adanya KORMI yang menaungi seluruh olahraga-olahraga yang ada di masyarakat, dukung untuk masyarakat Kota Surakarta juga ikut aktif di dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh KORMI dan cabang-cabangnya.
Dan tentunya ke depan masyarakat Kota Surakarta akan semakin sehat

Sebelum sesi jalan santai, peserta disuguhkan senam nordik dan senam sehat yang dipimpin oleh Ibu Susi memastikan seluruh tubuh tetap aktif pasca-jalan kaki.

Puncak edukatif acara terjadi saat sesi “Sejarah tentang Balekambang” yang disampaikan oleh Irawati Kusumorasri dari Trah Puro Mangkunegaran dengan moderator Retno Setyowati. Narasi mendalam mengenai asal-usul, fungsi historis, dan nilai filosofis taman ini memberikan dimensi baru bagi peserta, mengubah aktivitas rekreasi menjadi pengalaman belajar yang autentik.

Sekretaris KORMI Solo Agustinus menyampaikan, antusiasme yang demikian tinggi dari peserta kedepannya bakal melakukan kegiatan yang lebih intens.

“Pastinya akan ada lanjutannya, karena kita melihat bahwa kegiatan pertama ini lumayan ada antusias dari teman-teman, kita juga coba undang beberapa inorga yang lain, dan sayang sekali ya kalau Kota Solo punya banyak kambang yang ada cerita sejarahnya, itu tidak disebut kegiatan atau event yang benar.” kata Agus mendampingi Ketua KJNI Solo.

KORMI, lanjut Agus, menegaskan komitmen organisasi dalam mempromosikan gaya hidup sehat yang terintegrasi dengan pelestarian warisan budaya lokal.

Hiburan dan Keakraban Warga          Suasana semakin hangat dengan adanya sesi tanya jawab interaktif setelah paparan sejarah memungkinkan peserta menggali informasi lebih lanjut, sementara makan bersama diiringi hiburan menjadi momen silaturahmi yang mempererat ikatan antarwarga.

Kolaborasi tiga organisasi KORMI, KJNI, dan KPK dalam acara ini membuktikan bahwa gerakan masyarakat sehat tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Dengan menyatukan sumber daya dan audiens, mereka berhasil menciptakan event yang tidak hanya menyehatkan badan, tetapi juga memperkaya jiwa dan memperkuat identitas budaya Surakarta.

Kegiatan berakhir dengan meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Jalan Santai Napak Tilas Sejarah Taman Balekambang bukan sekadar agenda, melainkan model pengembangan komunitas yang holistik: sehat badannya, kaya wawasannya, dan hangat persaudaraannya.(*/ian) 

banner 336x280