Warga Desa Gentan Inginkan Kades Amanah, Sebut Mas Samrodin Figur Panutan Berpengalaman Legislatif

Berita, Politik103 Views
banner 468x60

Mas Samrodin (kanan) selalu berusaha untuk mendengarkan keluh kesah warga dan bertemu di warung wedangan, sederhana memang

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Sukoharjo 2026, masyarakat Desa Gentan, Kecamatan Baki, secara tegas menyuarakan kriteria pemimpin idaman mereka. Warga menghendaki sosok kepala desa yang amanah, bersih dari korupsi, dan dapat dipercaya sepenuhnya untuk memimpin desa ke arah yang lebih maju.

banner 336x280

Aspirasi ini mengemuka dalam sebuah obrolan santai yang berlangsung di Wedangan Mazda (yang akrab disapa Mas David). Dalam pertemuan tersebut, salah satu warga senior bernama Pak Tri menyampaikan harapannya secara langsung kepada Bakal Calon Kepala Desa Gentan, Mas Samrodin. Menurut Pak Tri, integritas dan rekam jejak menjadi faktor penentu utama bagi warga Gentan dalam menentukan pilihan.

“Kami butuh pemimpin yang benar-benar amanah dan bersih. Bukan sekadar janji manis saat kampanye, tapi bukti nyata pengabdian,” ujar Pak Tri dalam dialognya dengan Mas Samrodin di tengah suasana wedangan yang hangat.

Mas Samrodin saat santai makan di warung wedangan

Rekam Jejak Tiga Periode Legislatif Jadi Modal Utama
Mas Samrodin dinilai memiliki kualifikasi yang paling mendekati harapan tersebut. Selain dikenal dekat dengan warga melalui tradisi sonjo dan jagong, ia memiliki rekam jejak politik yang teruji. Fakta bahwa Mas Samrodin telah berhasil menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo selama tiga periode berturut-turut menjadi bukti konkret kemampuan dan kepercayaan publik terhadap dirinya.

Pengalaman legislatif selama belasan tahun ini dianggap sebagai aset berharga. Masyarakat menilai bahwa kemampuan bernegosiasi, memahami regulasi, serta jaringan yang dimilikinya akan sangat efektif untuk memperjuangkan anggaran pembangunan dan program pemberdayaan di tingkat desa. Lebih dari itu, konsistensinya dipilih ulang oleh konstituen selama tiga kali membuktikan bahwa ia adalah figur panutan yang tidak mudah tergoyahkan oleh dinamika politik praktis.

Dialog Santai di Tengah Tradisi Wedangan
Momen pertemuan di Wedangan Mazda juga menyoroti gaya pendekatan Mas Samrodin yang cair dan egaliter. Ia tidak memposisikan diri sebagai calon elit yang sulit dijangkau, melainkan sebagai tetangga yang siap mendengar keluh kesah warga di ruang-ruang publik informal seperti warung angkringan.

“Pak Tri mewakili suara banyak orang di sini. Kami senang Mas Samrodin mau duduk bareng, ngopi bareng, dan mendengarkan kami tanpa sekat. Ini yang kami sebut kepemimpinan yang ngayomi,” tambah Mas David, pemilik Wedangan Mazda, yang turut mengapresiasi kedekatan emosional antara calon dan pemilih.

Dengan dukungan moral dan harapan tinggi dari warga seperti Pak Tri, Mas Samrodin kini memikul tanggung jawab besar. Ia tidak hanya dituntut untuk memenangkan Pilkades, tetapi juga untuk menerjemahkan pengalaman legislatifnya menjadi kebijakan desa yang nyata, transparan, dan berpihak pada rakyat kecil.

Inovasi Pelayanan Digital, Tawarkan Pengurusan Surat Cukup Lewat WA dan Aplikasi dari Rumah                                     Mas Samrodin, kembali memikat perhatian warga dengan gagasan inovatif dalam tata kelola pemerintahan desa. Dalam berbagai kesempatan blusukan dan dialog bersama masyarakat, ia menegaskan komitmennya untuk memangkas birokrasi yang berbelit melalui digitalisasi layanan administrasi kependudukan.

Mas Samrodin sebelum dan sesudah ke masjid menjalankan sholat selalu menyempatkan mampir di warung Wedangan Mazda menyapa warga

Mas Samrodin menekankan bahwa di era teknologi saat ini, warga tidak perlu lagi repot-repot datang ke kantor desa hanya untuk mengurus surat pengantar atau dokumen administratif sederhana.

“Urus surat-surat cukup dari rumah melalui WhatsApp dan aplikasi resmi desa. Warga kirim data via WA, admin verifikasi, lalu surat bisa diambil atau bahkan dikirim secara digital,” jelas Samrodin saat berbincang dengan warga.

Solusi Atas Keluhan Birokrasi Konvensional
Langkah ini merupakan respons langsung terhadap keluhan warga yang selama ini merasa terbebani oleh waktu tunggu dan prosedur manual di kantor desa. Dengan memanfaatkan platform WhatsApp  dan aplikasi pelayanan publik terintegrasi, proses pembuatan surat keterangan domisili, surat nikah, hingga rekomendasi bantuan sosial dapat diselesaikan dalam hitungan jam, bukan hari.

Sistem ini juga didukung oleh tim operator desa yang akan standby melayani pesan masuk pada jam kerja, memastikan tidak ada aspirasi atau permohonan yang terlewat. Bagi warga lansia atau mereka yang belum melek teknologi, Mas Samrodin tetap menyediakan jalur bantuan melalui Ketua RT/RW yang difasilitasi perangkat digital, sehingga prinsip inklusivitas tetap terjaga.

Transparansi dan Efisiensi Sebagai Prioritas
Selain kemudahan akses, digitalisasi layanan ini juga bertujuan untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas. Setiap permintaan surat tercatat secara sistematis, meminimalisir potensi pungutan liar atau permainan oknum. Warga dapat memantau status permohonannya secara real-time melalui aplikasi, memberikan rasa aman dan kepastian hukum.

“Desa harus adaptif. Kalau kita masih pakai cara lama, bagaimana mau bersaing dan melayani generasi muda? Teknologi bukan pengganti humanis, tapi alat untuk membuat pelayanan lebih manusiawi karena menghemat waktu warga,” tambah Samrodin.

Gagasan cerdas ini mendapat sambutan positif dari berbagai elemen masyarakat Gentan, mulai dari pemuda hingga ibu-ibu PKK. Mereka menilai bahwa Mas Samrodin tidak hanya menawarkan visi besar, tetapi juga solusi praktis yang menyentuh kebutuhan harian warga. Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan yang modern dan berpihak pada rakyat bukanlah sekadar retorika, melainkan rencana kerja yang siap dieksekusi. (*/ian)

banner 336x280