Kesederhanaan Mas Samrodin Bakal Calon Kades Gentan, Sambil Ngeteh di Angkringan Masda Sapa Warga, Bukti Kedekatan dengan Warga! 

Berita, Sukoharjo30 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Suasana hangat dan akrab menyelimuti Angkringan Masda milik Mas David, di Desa Gentan, Kecamatan Baki, pada Senin (13/10/2026) sore. Di tengah asap mengepul dari gerobak angkringan dan aroma teh panas yang khas, Mas Samrodin—salah satu bakal calon Kepala Desa Gentan—terlihat asyik berbaur bersama warga setempat dalam kegiatan wedangan (ngopi/ngenteh) bersama. Momen ini bukan sekadar silaturahmi politik, melainkan bukti nyata sosok sederhana yang tidak berjarak dengan konstituennya.

Tanpa protokoler yang kaku, Mas Samrodin duduk di kursi kayu, memesan segelas teh panas dan gorengan seadanya, persis seperti warga lainnya. Ia menyapa satu per satu pengunjung angkringan, mulai dari pemuda, hingga para lansia, dengan sapaan akrab “Pakde”, “Bu”, atau “Mas” “Lek”. Percakapan yang mengalir pun tidak berisi janji-janji muluk, melainkan obrolan ringan tentang kehidupan, kondisi jalan desa, hingga keluhan sehari-hari warga.

banner 336x280

Filosofi “Ngeteh”: Mendengar Keluhan dari Hati ke Hati
Bagi Mas Samrodin, angkringan adalah ruang demokrasi paling jujur. “Di sini tidak ada sekat. Kalau mau tahu masalah asli warga, ya harus datang ke tempat mereka berkumpul santai. Sambil ngeteh begini, hati lebih terbuka, telinga lebih peka,” ujarnya sambil menyeruput teh manis hangat.

Kehadirannya di Angkringan Masda juga menjadi bentuk apresiasi terhadap usaha kecil menengah (UMKM) lokal. Dengan memilih nongkrong di tempat Mas David, ia secara tidak langsung mendukung perekonomian warga dan menunjukkan bahwa pemimpin masa depan harus peduli pada sektor riil akar rumput.

Kesederhanaan sebagai Modal Kepemimpinan
Gaya komunikasi Mas Samrodin yang rendah hati dan bahasa tubuhnya yang santai membuat warga merasa nyaman untuk menyampaikan aspirasi. Banyak warga yang awalnya hanya ingin “wedangan“, akhirnya malah curhat panjang lebar tentang harapan mereka untuk Desa Gentan. Responsif dan empatik, Mas Samrodin mencatat setiap masukan dengan serius, tanpa menggurui atau defensif.

Warga yang hadir menyambut positif sikap ini. “Kami butuh pemimpin yang seperti ini. Yang nggak gengsi duduk di angkringan, yang mau dengerin kita bukan cuma saat kampanye tapi saat kami lagi santai. Ini baru calon kades yang ndeso tapi modern pikirannya,” kata Pak Slamet, seorang pekerja pabrik yang ikut ngeteh sore itu.

Mas Samrodin ngobrol asik bersama warga di warung wedangan

Mas Samrodin Jelaskan Sumber Dana THR Obrolan di wedangan bareng warga di Angkringan Masda, Mas Samrodin, memberikan klarifikasi penting terkait rencana pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi warga. Alih-alih menggunakan anggaran desa yang membebani APBDes atau mengandalkan utang, Mas Samrodin menegaskan bahwa dana tersebut bersumber murni dari optimalisasi aset desa, khususnya pengelolaan Pasar Gentan dan unit Ruko milik pemerintah desa.

Penjelasan ini disampaikan secara terbuka di tengah obrolan santai sambil menyeruput teh panas, menunjukkan komitmen transparansi sejak awal pencalonannya. “Warga tidak perlu khawatir. THR ini bukan hasil ‘ngutang‘ atau mengorbankan program pembangunan lain. Ini adalah buah dari kerja keras menata ulang pasar dan ruko desa agar lebih produktif,” ujar Mas Samrodin dihadapan warga yang antusias mendengarkan.

Dari Aset Tidur Menjadi Pendapatan Nyata
Mas Samrodin merinci bahwa selama ini, Pasar Gentan dan sejumlah ruko strategis di desa belum dikelola secara maksimal. Banyak lahan kosong, sewa yang tidak tertagih, atau fungsi ruang yang tidak optimal. Melalui pendekatan profesional namun tetap berpihak pada pedagang kecil, ia telah melakukan penataan ulang: relokasi kios agar sirkulasi lancar, penertiban administrasi sewa, hingga penambahan fasilitas pendukung seperti toilet bersih dan area parkir.

“Hasilnya? Pendapatan asli desa (PADes) dari sektor ini yang kami alokasikan khusus untuk kesejahteraan warga, termasuk THR. Ini bukti bahwa aset desa kalau dikelola dengan benar, bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” jelasnya sambil menunjukkan catatan sederhana berisi rincian pendapatan pasar dan ruko.

Transparansi di Tengah Warga, Bukan di Atas Panggung
Yang membuat momen ini istimewa adalah cara penyampaiannya. Mas Samrodin tidak menggunakan proyektor atau presentasi formal, melainkan menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami Ia juga membuka sesi tanya jawab spontan, menjawab kekhawatiran warga tentang keberlanjutan dana dan mekanisme distribusinya.

Mas David, salah satu pedagang umkm, mengaku lega. “Saya kira THR itu cuma janji manis pas mau pilkades. Tapi Mas Samrodin ini tunjukin datanya, jelasin dari mana uangnya berasal. Menata aset desa, termasuk pasar dan ruko agar lebih ramai dan rapi, jadi masuk akal kalau pendapatannya naik. Ini baru pemimpin yang jujur!” puji pria yang memiliki putra dua ini.

Model Kepemimpinan Berbasis Akuntabilitas Sosial
Langkah Mas Samrodin ini mengirimkan sinyal kuat tentang model kepemimpinan yang ia tawarkan: akuntabel, berbasis data, dan berorientasi pada pemberdayaan aset lokal. Dengan menjadikan optimalisasi pasar dan ruko sebagai sumber dana sosial, ia juga secara tidak langsung mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan produktivitas pasar—karena kesejahteraan mereka kini terhubung langsung dengan kinerja pengelolaan aset desa.

Sebelum menutup sesi wedangan, Mas Samrodin berpesan: “THR ini hanyalah permulaan. Ke depannya, saya ingin semua aset desa—tanah kas desa, balai pertemuan, bahkan potensi wisata—bisa dioptimalkan untuk menciptakan kemandirian finansial desa. Sehingga, kesejahteraan warga tidak lagi bergantung pada bantuan pusat atau provinsi, tapi tumbuh dari kekuatan sendiri atau mandiri.” terangnya.

Momen sederhana di Angkringan Masda ini membuktikan bahwa transparansi fiskal tidak harus dibungkus dengan istilah teknis yang rumit. Cukup dengan kejujuran, data yang jelas, dan kehadiran di tengah warga, kepercayaan publik bisa dibangun—satu cangkir teh pada satu waktu. (*/ian) 

 

banner 336x280