Dari Hobi Touring hingga “Bagong” Si Bebek Gede: Alasan Satiman Tak Lepas dari Honda Modif Contest 2026

Berita, Motor378 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO BARU – Sentra Niaga, Solo Baru, kembali menjadi saksi bisu kreativitas modifikator lokal saat Honda Modification Contest (HMC) #RideCreation 2026 digelar Sabtu, 26 September 2026. Di antara ratusan peserta, ada satu nama yang akrab di panggil Satiman mencuri perhatian. Bukan hanya karena motor bebeknya yang unik, tetapi juga dedikasinya yang telah mengikuti ajang ini sejak tahun 2018.

Bagi Satiman, partisipasi dalam HMC 2026 didasari oleh dua motivasi utama: menyalurkan hobi dan membuktikan bahwa motor bebek bisa dimodifikasi dengan gaya yang berbeda. “Pertama memang hobi. Tapi kalau cuma hobi ya jalan-jalan saja. Saya ikut kontes supaya orang tahu kalau motor bebek ini bisa dimodif kayak gini,” ujar Satiman saat ditemui di lokasi acara.

banner 336x280

“Bagong”: Filosofi Motor Bebek Berbadan Besar                                                              Motor yang dibawa Satiman ke HMC 2026 bukanlah motor matic kekinian, melainkan sebuah Supra GTR yang ia juluki “Bagong”. Penamaan ini memiliki filosofi unik; “Bagong” berarti babi hutan yang berpostur besar dan gagah. Julukan ini dipilih karena Satiman sengaja memodifikasi motor bebek berbody kecil tersebut agar terlihat lebih besar, kokoh, dan dominan, bertolak belakang dengan stigma motor bebek yang ringkih.

Konsep modifikasi “Bagong” difokuskan pada sektor kaki-kaki (chassis). Hampir tidak ada komponen orisinal yang tersisa; mulai dari shockbreaker depan hingga lengan ayun belakang telah diganti total untuk menunjang karakter touring yang kental. Proses pembangunan motor ini memakan waktu bertahap selama tiga tahun, namun penyempurnaan konsep khusus untuk kontes dan touring dilakukan secara intensif dalam lima bulan terakhir dengan estimasi biaya mencapai Rp40 juta.

Rekam Jejak di Ajang Nasional                HMC 2026 merupakan kali keempat bagi Satiman untuk unjuk gigi di kompetisi bergengsi ini. Perjalanannya dimulai pada tahun 2018 di kategori Komuniti Turing. Meskipun belum pernah meraih juara di kelas fisik HMC, Satiman mencatatkan prestasi gemilang pada edisi 2021 melalui Virtual Challenge AMC (Astra Modif Contest) dengan memenangkan kategori desain stripping. Total, ia telah mengantongi empat penghargaan modifikasi dari berbagai event non-HMC, yang menjadi modal kepercayaan diri untuk terus berkarya.

“Target saya tetap ikut kontes dan buat konten. Kalau menang dapat bonus, kalau kalah ya coba lagi,” ungkapnya santai. Sikap sportivitas dan keteguhan hatinya inilah yang membuat kehadiran Satiman selalu dinanti oleh komunitas modifikasi Solo Raya.

Dengan membawa “Bagong” ke arena HMC 2026, Satiman tidak hanya berkompetisi memperebutkan piala, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa kreativitas modifikasi tidak mengenal batasan jenis motor. Bagi Satiman, setiap baut yang dikencangkan dan setiap striping yang ditempel adalah bentuk ekspresi kebebasan yang patut diapresiasi. (*/ian) 

banner 336x280