“Dugem Sehat” ala Mr. Jepank Van Sambeng di Kadipiro: Goyang Teh Jahe & Bakso, Diakhiri Penyerahan Sembako oleh Wakil Walikota Solo

Berita, Solo Raya239 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Suasana meriah namun tetap santun menyelimuti lingkungan RW 04, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, pada Minggu (27/9/2026) mulai sore hinga petang hari. Aktivis branding kota Solo, Mr. Jepank Van Sambeng, sukses menggelar acara bertajuk “Dunia Gemerlap (Dugem Sehat)“.

Berbeda dengan stereotip dugem pada umumnya, kegiatan ini mengajak warga sekitar untuk bergoyang dan bersosialisasi dengan minuman hangat seperti teh dan jahe, serta menikmati bakso bersama, sebagai bentuk hiburan komunitas yang positif dan inklusif.

banner 336x280
Mr. Jepank Van Sambeng

Acara yang mengusung konsep “hiburan tanpa mabuk, gembira tanpa batas” ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat setempat. Warga dari berbagai usia tampak antusias mengikuti alunan musik DJ Diskoplo dan menari dengan riang, membuktikan bahwa kegembiraan tidak harus selalu identik dengan hal-hal negatif. Konsep dugem sehat ini menjadi terobosan kreatif dalam membangun kohesi sosial antarwarga melalui pendekatan budaya pop yang dimodifikasi secara arif.

Puncak kehangatan acara ditandai dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis oleh Wakil Walikota Solo, Mbak Astrid Widayani. Beliau menyerahkan paket sembako berupa beras dan mie instan kepada perwakilan warga RW 04 Kadipiro. Kehadiran orang nomor dua di Pemkot Solo ini memberikan legitimasi kuat bahwa kegiatan komunitas seperti ini selaras dengan visi pemerintah kota dalam menciptakan ruang publik yang aman, sehat, dan memberdayakan.

Mbak Wawali Solo serahkan sembako simbolis

“Dugem versi Kadipiro ini adalah contoh nyata bagaimana kreativitas anak muda bisa berkolaborasi dengan nilai-nilai kearifan lokal dan kepedulian sosial. Hiburan yang menghangatkan hati, sekaligus tangan yang saling membantu—ini esensi dari Kota Solo yang sebenarnya,” ujar Mbak Astrid Widayani usai menyerahkan sembako.

Mr. Jepank Van Sambeng menjelaskan bahwa tujuan utama acara ini bukan sekadar pesta pora, melainkan mereklamasi makna “gemerlap” sebagai cahaya kebersamaan. “Kami ingin mengubah stigma dugem. Di sini, gemerlapnya berasal dari senyum warga, uap panas teh jahe, dan aroma bakso yang dibagikan. Dan yang terpenting, ada keberkahan di akhirnya lewat pembagian sembako,” pungkasnya.

Warga antusias ikuti acara dengan support berbagai produk

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi komunitas-komunitas lain di Solo untuk menciptakan agenda hiburan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga sekitar. (*/ian) 

banner 336x280