JATENGONLINE, SOLO – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia profesional. Melalui kegiatan Pendidikan dan Latihan Pengembangan Kepribadian bagi Lulusan Sarjana Periode II Tahun 2026 yang digelar pada Selasa (20/10/2026), Unisri membekali 962 calon wisudawan dengan tema “Personal Branding and Work-Ready Skills for Gen Z Professionals”.
Kegiatan ini dirancang sebagai jembatan krusial antara bangku kuliah dan tuntutan industri. Rektor Unisri Surakarta, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd., menekankan bahwa kompetensi akademik semata tidak lagi cukup.
“Kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga sikap, perilaku, dan kemampuan membawa diri dalam lingkungan profesional,” tegasnya saat membuka acara.
Ia berharap para peserta memanfaatkan pembekalan ini secara maksimal untuk memperkuat karakter dan citra diri profesional.
Kolaborasi Industri dan Akademisi
Ketua Pelaksana, Sarafuddin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan dibagi menjadi dua sesi guna menampung antusiasme peserta dari berbagai fakultas, mulai dari Ekonomi dan Bisnis, Hukum, FISIP, Teknologi, hingga Pertanian.
Materi yang disampaikan mencakup perkembangan dunia usaha dan industri, peran lembaga pengembangan karier, serta penguatan soft skill dan hard skill.
Sinergi dengan pihak industri terlihat jelas melalui kehadiran PT Mandom Indonesia yang telah bermitra dengan Unisri selama satu dekade. Manager PT Mandom Indonesia, Nurhidayati, mengungkapkan kekagumannya atas pertumbuhan pesat kegiatan ini, dari awalnya hanya 100 peserta kini melonjak menjadi hampir 1.000 orang.
Dalam sesi Personality Excellence, Nurhidayati menyoroti pentingnya personal branding di era digital. Ia mengingatkan calon lulusan agar bijak menggunakan media sosial, karena rekam jejak digital kini menjadi pertimbangan utama HRD.
“Unggahan yang memberikan kesan negatif dapat memengaruhi penilaian perekrut. Mahasiswa perlu membangun citra diri positif dan menjaga reputasi digital,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong lulusan untuk memiliki mental tangguh dan tidak mudah menyerah saat menghadapi penolakan atau kegagalan dalam proses rekrutmen.
Visi Yayasan: Karakter Profesional dan Daya Saing Institusi
Ketua Yayasan Perguruan Slamet Riyadi, Nuroso Bambang Wasisto Utomo, menambahkan bahwa dunia perkuliahan dan industri memiliki perbedaan mendasar, terutama dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab. Di tengah tantangan ekonomi saat ini, lulusan dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dan memahami kebutuhan pasar, baik bagi mereka yang ingin bekerja maupun merintis usaha.
Nuroso juga menyampaikan komitmen yayasan untuk terus mengembangkan institusi, termasuk pembukaan program magister (S-2) dan perluasan akses pendidikan tinggi. Ia berharap lulusan tetap menjaga hubungan baik dengan almamater dan terbuka terhadap peluang berkarier di lingkungan yayasan sesuai kompetensinya.
Melalui pembekalan komprehensif ini, Unisri Surakarta optimis dapat menghasilkan generasi Gen Z yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat, memiliki personal branding yang positif, dan siap berkontribusi nyata bagi masyarakat serta bangsa. (*/ian)




















