banner 728x250

Wanita Mandiri Harus Berkompeten!

banner 120x600
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Perempuan memiliki peranan penting di dalam pembangunan bangsa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan peranan perempuan ialah dengan memberdayakan secara ekonomi.

Faktanya, lebih dari 80% pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia merupakan perempuan. Hal itu membuktikan perempuan mampu berdaya secara ekonomi serta berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.

banner 325x300

Ketua Umum DPP Himpunan Wanita Mandiri Indonesia (HWMI) Maharani mengatakan, bahwa perempuan harus diberikan bekal agar siap berkontribusi dalam pembangunan.

“Dalam aspek ekonomi, perempuan sangat bisa berperan. Akan tetapi mereka perlu diberikan bekal agar mereka bisa kompeten untuk dapat mengembangkan usaha mereka sehingga lebih sejahtera,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.

Dalam rangka mendukung upaya pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kompetensi.

Dijelaskan Maharani, perempuan memiliki peranan ganda. Di samping berperan sebagai ibu yang merupakan pendidik bagi anak-anak di rumah juga bisa berperan untuk membantu perekonomian keluarga bahkan berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional.

“Perempuan adalah makhluk yang kuat. Bukan hanya mendidik anak, tetapi banyak juga perempuan bekerja untuk membantu ekonomi keluarga bahkan menjadi tiang keluarga,” cetus Maharani.

Namun demikian, perempuan bekerja memiliki beragam tantangan. Perempuan dituntut menguasai teknologi untuk dapat mengembangkan usaha demi membantu perekonomian keluarga.

“Di sinilah tanggung jawab pemerintah dan juga semua stakeholder untuk memberikan pelatihan, pengetahuan, skill yang bisa membekali mereka sehingga lebih kompeten dalam berekonomi,” pungkasnya.

Veronika Neny Andoko Sekretaris HWMI

Sejalan dengan sang ketua Veronika Neny Andoko Sekretaris HWMI menyampaikan, bagi wanita mandiri yang tergabung di HWMI akan melakukan pelatihan-pelatihan, terutama pada wanita single parent atau janda supaya bisa lebih percaya diri tinggi dan berkeinginan maju di masa depan.

“Tidak hanya status janda saja, namun kedepan bagi wanita mandiri pelaku usaha, digital enterpreneur, dan berbagai sektor usaha bisa menjadi anggota HWMI,” imbuh Vero, sapaan akrabnya.

Bahwa perlu adanya gerakan untuk memperkuat upaya agar perempuan menjadi lebih kompeten dalam menjawab tantangan zaman. Langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu membuka pikiran (mindset) perempuan untuk mengembangkan potensi.

“Perempuan selain harus memiliki pikiran terbuka juga harus diberikan pembekalan capacity building sehingga memiliki skill-skill baru yang diperlukan untuk menjawab tantangan zaman termasuk kemampuan melek terhadap teknologi,” pungkasnya.

HWMI terus berupaya dalam meningkatkan keterampilan anggotanya. Program demi program pelatihan melalui kursus-kursus pun terus di galakan. Keseriusan tersebut dilakukan dengan rencana menggandeng Balai Latihan Kerja ( BLK) Surakarta dengan memberikan pelatihan bagi anggota HWMI.

Diharapkan melalui sejumlah pelatihan kemandirian ini, nantinya bisa menjadi bekal bagi anggota yang berstatus single parent, mereka yang menjadi ibu dari anak-anaknya sekaligus tulang punggung keluarga sekaligus sebagai pencari nafkah karena statusnya yang ditinggal oleh suami maupun berpisah dengan suami. Jadi apa yang di dapat dari pelatihan bisa berguna di masyarakat nantinya.

Sebagaimana pada ikrar Wanita Mandiri, yang mengandung 8 poin penting yakni: 1. Wanita adalah pembawa peradaban, 2. Wanita mandiri mampu berfungsi dalam setiap situasi, 3. Mampu membalut luka dengan sabar, 4. Tegar dalam manjalani hidup, 5. Mampu menghapus dendam dengan maaf, 6. Tersenyum saat di hina, 7. Terdiam saat tersiksa, 8. Menangis hanya kepada Tuhan /Allah sang pemberi kekuatan.

HWMI memberikan wawasan seluas-luas nya dalam merawat anak sekaligus mencari nafkah ekonomi bagi masa depan anak.

“Akan meminta pertanggungjawaban pemerintah dalam hal pendidikan bagi anak-anak dari wanita janda. Supaya mendapat jaminan pendidikan dan kesehatan dari pemerintah,” pungkas Maharani. (*/ian)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *