JATENGONLINE, SOLO – Kota Surakarta mengambil langkah strategis dalam mengembangkan potensi pariwisata berbasis kesehatan melalui soft launching aplikasi Soulmed, Senin (26/10/2026). Aplikasi ini menjadi tonggak awal dari program Solo Medical & Wellness Tourism (SMWT) yang bertujuan memadukan layanan medis, kebugaran, dan pengalaman wisata budaya dalam satu ekosistem terpadu.
Inisiatif ini dibangun di atas kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), rumah sakit, hotel, serta Bank Tabungan Negara (BTN). Sinergi ini dirancang untuk menghubungkan kebutuhan wisatawan akan layanan kesehatan dengan fasilitas akomodasi dan perjalanan wisata yang dimiliki Surakarta.
Soulmed: Jembatan Konektivitas Layanan
Aplikasi Soulmed dipersiapkan sebagai sarana utama untuk memudahkan akses informasi dan koordinasi antar-pelaku industri. Melalui platform digital ini, wisatawan dapat mengakses paket layanan yang mengintegrasikan perawatan medis, penginapan, dan tur wellness secara praktis.
Pengembangan Soulmed juga menekankan aspek keselamatan pasien, standar profesi kesehatan, dan perlindungan data pengguna. Integrasi teknologi ini memastikan bahwa pengalaman medical tourism tidak hanya nyaman, tetapi juga aman dan sesuai regulasi.
Visi: Destinasi Sehat Berbasis Kearifan Lokal
Visi SMWT adalah menjadikan Surakarta sebagai destinasi medical and wellness tourism yang berdaya saing dan berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan kesehatan sebagai bagian integral dari pengalaman wisata, didukung oleh kekayaan budaya, kuliner, dan keramahan masyarakat Solo.
“Misi kami bukan sekadar menyediakan layanan kesehatan, tetapi menciptakan pengalaman wisata yang holistik,” ujar perwakilan tim pengembang.
Wisatawan yang datang untuk pengobatan atau kebugaran diharapkan juga dapat menikmati atraksi budaya dan kuliner lokal yang relevan dengan kondisi mereka.
Dampak Ekonomi dan Kolaborasi Strategis
Program ini menargetkan lima tujuan strategis: memperluas daya tarik wisata kota, meningkatkan konektivitas antar-sektor, memperkuat daya saing industri perhotelan dan perjalanan, lama tinggal wisatawan, serta membuka peluang ekonomi bagi UMKM dan pelaku kreatif lokal.
Keberhasilan SMWT sangat bergantung pada komitmen bersama. PHRI berperan menjaga standar pelayanan hotel, ASITA menyusun paket perjalanan yang menarik, rumah sakit menjamin kualitas medis, dan BTN mendukung ekosistem melalui skema pembiayaan yang disepakati.
Dengan peluncuran Soulmed, Surakarta menegaskan komitmennya untuk membangun model pariwisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan pengunjung. Tahap selanjutnya akan difokuskan pada penyempurnaan layanan, evaluasi berkala, dan pengembangan paket wisata yang lebih variatif sesuai kebutuhan pasar global.
Soulmed Wujud Nyata Kolaborasi Hotel dan Kesehatan untuk Tingkatkan Daya Saing Surakarta Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPC Surakarta, Joko Sutrisno, menegaskan bahwa peluncuran aplikasi Soulmed merupakan tonggak penting dalam transformasi sektor pariwisata Kota Surakarta. Dalam sambutannya saat soft launching Solo Medical & Wellness Tourism (SMWT), Senin (26/10/2026), ia menekankan bahwa aplikasi ini bukan sekadar platform digital, melainkan bukti komitmen industri perhotelan untuk berkolaborasi secara substantif dengan sektor kesehatan.
“Keberadaan Soulmed menjadi jawaban atas kebutuhan wisatawan modern yang menginginkan pengalaman perjalanan yang terintegrasi, aman, dan bernilai tambah,” ujar Joko Sutrisno.
Ia menjelaskan bahwa peran PHRI dalam ekosistem SMWT tidak hanya terbatas pada penyediaan akomodasi, tetapi juga memastikan standar pelayanan yang selaras dengan ekspektasi wisatawan medis dan wellness.
Hotel Sebagai Mitra Strategis Layanan Kesehatan Joko Sutrisno menyoroti bahwa hotel di Surakarta kini dituntut untuk lebih dari sekadar tempat menginap. Melalui kolaborasi dengan rumah sakit dan biro perjalanan wisata via Soulmed, hotel diharapkan mampu menyediakan paket layanan yang mencakup pemulihan pasca-perawatan, program kebugaran, hingga kuliner sehat yang disesuaikan dengan kondisi tamu.
“Sektor perhotelan harus siap menjadi bagian dari rantai penyembuhan dan pemulihan. Ini tentang kenyamanan psikologis dan fisik yang saling melengkapi antara fasilitas medis dan hospitality,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa sinergi ini akan memperkuat daya saing Surakarta dibandingkan destinasi lain yang masih memisahkan layanan kesehatan dan pariwisata secara sektoral.
Standarisasi dan Kualitas Pelayanan Sebagai organisasi yang mewadahi pelaku usaha hotel dan restoran, PHRI melalui kepemimpinan Joko Sutrisno berkomitmen menjaga kualitas layanan dalam ekosistem SMWT. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan Soulmed sangat bergantung pada kesiapan operasional anggota PHRI dalam menerapkan protokol pelayanan khusus bagi wisatawan medis.
“Kami tidak ingin kolaborasi ini hanya berhenti pada tanda tangan MoU atau peluncuran aplikasi. Yang terpenting adalah eksekusi di lapangan: keramahan staf, kebersihan, keamanan data, dan responsivitas terhadap kebutuhan khusus tamu,” paparnya. Komitmen ini sejalan dengan visi SMWT untuk menciptakan pengalaman wisata yang profesional, ramah, dan berorientasi pada keselamatan.
Dampak Ekonomi bagi Anggota PHRI Joko Sutrisno juga melihat peluang ekonomi signifikan dari pengembangan SMWT. Dengan adanya konektivitas yang dibangun Soulmed, tingkat hunian hotel diproyeksikan meningkat, terutama dari segmen wisatawan domestik dan mancanegara yang mencari destinasi kesehatan berkualitas dengan biaya kompetitif. Selain itu, integrasi dengan UMKM kuliner dan jasa pendukung lainnya akan memperluas manfaat ekonomi bagi seluruh anggota PHRI.
“Peluncuran Soulmed hari ini adalah awal dari era baru pariwisata Surakarta. Kami mengajak seluruh anggota PHRI untuk menyambut peluang ini dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan dedikasi terhadap kualitas,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari Ketua PHRI Solo, ekosistem Solo Medical & Wellness Tourism memiliki fondasi kuat untuk berkembang menjadi model pariwisata berkelanjutan yang menghubungkan kesehatan, budaya, dan pertumbuhan ekonomi lokal. (*/ian)



















