Rusmiyati Terpilih Jadi Ketua GWS Surakarta, Tegaskan Visi “Women Support Women” Menuju Kesejahteraan Nyata

Berita, Pernik56 Views
banner 468x60

Serah Terima: Ketua DPC Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Kota Surakarta adalah  Sri Hana Murjono). Ia periode 2021–2026 (kiri), Rusmiyati Ketua Terpilih 2026-2031 (kanan) 

JATENGONLINE, SOLO – Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Surakarta resmi memilih Rusmiyati sebagai ketua baru dalam Musyawarah Cabang (Muscab) I GWS Surakarta yang digelar di Meeting Room Sri Kayu, Rabu (23/9/2026). Melalui momentum pergantian kepengurusan ini, Rusmiyati menegaskan bahwa GWS bukan organisasi sosialita, melainkan wadah gerakan sosial murni yang berfokus pada pemberdayaan perempuan secara holistik.

banner 336x280

Dalam keterangannya usai terpilih, Rusmiyati menekankan perbedaan mendasar antara GWS dengan organisasi perempuan lainnya. “Dinamika di GWS sangat unik karena konsentrasi kami adalah membantu perempuan untuk lebih sejahtera, bukan sekadar prestise sosial. Kami mengusung semangat Women Support Women, mengingat masih banyak perempuan Indonesia yang belum sejahtera baik dari segi finansial maupun kebahagiaan batin,” ujar Rusmiyati.

Ia mengibaratkan perannya sebagai “nakhoda” yang akan membawa perahu GWS menuju muara kesejahteraan perempuan. Meskipun menyadari bahwa problematika perempuan bersifat holistik dan mencakup aspek anak, keluarga, serta masa depan generasi penerus, Rusmiyati berkomitmen untuk mengambil peran aktif, terutama bagi anggota GWS itu sendiri.

Suasana Muscab I GWS Solo

Peningkatan Kapasitas Internal dan Kolaborasi Strategis                                  Untuk mewujudkan visi tersebut, Rusmiyati merancang sejumlah program prioritas yang menyasar peningkatan kapasitas pengurus dan kolaborasi lintas sektor:

1. Training of Trainer (ToT) Internal: Pengurus baru akan dibekali pelatihan intensif mengenai administrasi organisasi, manajemen keuangan, dan tata kelola lembaga. Hal ini dinilai krusial agar GWS dapat beroperasi secara profesional dan akuntabel.

2. Optimalisasi Keahlian Anggota: GWS Surakarta saat ini memiliki 33 anggota dengan latar belakang keahlian beragam, mulai dari ekonomi, akuntansi, tata rias, pendidikan, busana, hingga agama. Keahlian ini akan dimobilisasi untuk menggelar seminar berbayar guna mencari pendanaan mandiri, sekaligus memberikan edukasi praktis kepada masyarakat.

3. Kemitraan dengan Dinas Terkait: Rusmiyati berencana menggandeng instansi pemerintah sebagai pemegang kewajiban (stakeholder) utama. “Mereka yang paling tahu peta permasalahan di lapangan. Kami akan menawarkan kekuatan GWS sebagai mitra implementasi program dan pencarian funding,” jelasnya.

Filosofi “Di Mana Ada Gula, Pasti Ada Semut”                                                         Terkait regenerasi dan keaktifan anggota, Rusmiyati menerapkan filosofi sederhana namun efektif: organisasi harus berjalan dulu, maka orang akan datang dengan sendirinya. Ia meyakini bahwa dalam organisasi sosial, daya tarik utamanya adalah dampak nyata dan rasa berkontribusi, bukan iming-iming materi.

“Kami tidak perlu mengimbau orang untuk masuk. Jika programnya jalan dan bermanfaat, masyarakat akan berduyun-duyun bergabung karena mereka mencari prestis berupa kontribusi sosial yang bermakna,” tegasnya.

Sebagai bentuk aksi konkret di masyarakat, Rusmiyati telah merencanakan kegiatan berbagi sembako menjelang bulan Ramadan mendatang sebagai langkah awal membangun kedekatan dengan warga.

Terbuka untuk Dukungan, Ketat di Masa Depan                                                                Saat ini, GWS Surakarta masih membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, baik sebagai anggota maupun pendukung moral. Namun, Rusmiyati memberi catatan penting bahwa standar keanggotaan akan diperketat seiring matangnya organisasi.

“Sekarang kami masih butuh banyak support. Tapi ke depan, ketika perahu GWS sudah berlayar di lautan lepas, aturan masuk akan lebih ketat agar kualitas gerakan tetap terjaga,” pungkasnya.

Rusmiyati menutup pernyataannya dengan harapan agar seluruh anggota dan pengurus dapat menjadi pendukung setia yang melengkapi kekurangan dirinya sebagai pemimpin. “Saya ibarat nakhoda yang punya tujuan, tapi butuh awak kapal yang solid untuk memastikan perjalanan ini nyaman dan sampai di tujuan,” ujarnya.

Dengan kepemimpinan baru dan visi yang jelas, GWS Surakarta siap bertransformasi menjadi gerakan perempuan yang tidak hanya bersuara, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata bagi kesejahteraan sesama wanita di Kota Solo. (*/ian) 

banner 336x280