JATENGONLINE, SOLO – Prestasi internasional sangat membanggakan diraih mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta.
Dalam ajang PRODUCT INNOVATION COMPETITION 2025 pada rangkaian kegiatan The 11th International Conference on Sustainable Agriculture, Food, and Energy (SAFE2025) di National Economic University, Hanoi-Vietnam, delegasi dari Unisri meraih 1 emas.
Ada pun delegasi itu beranggotakan Yemima Kiara Hazelia Putri (FISIP), Salma Chika Meiasari (Teknologi Pangan), Nurul Munasiroh (Teknologi Pangan), Riska Nur A (FE) dan Siti Arifah (FP) dengan Dosen pembimbing Dr Nanik Suhartatik, sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Pangan.
“Tim mengusung inovasi dari produk cookies dengan panambahan tepung ikan teri dan labu kuning untuk menangani stunting,” kata Nanik Srihartatik.
Perlu diketahui, prodi Teknologi Pangan Unisri Surakarta merupakan prodi yang mempunyai komitmen untuk membantu menangani stunting melalui hasil penelitiannya, sehingga dalam kegiatan lomba inovasi pangan ini, mahasiswa memberikan inovasi berupa biscuit yang dibuat dari labu kuning dengan ikan teri.
Produk ini sangat disukai oleh anak-anak karena mempunyai rasa yang manis dan juga tidak berbau amis. Kandungan protein hewani yang berasal dari teri sangat bagus untuk memberikan nutrisi yang cukup untuk anak sekaligus sebagai sumber kalsium.
Selain itu, delegasi Unisri juga meraih 1 perak dari tim yang beranggotakan Rahayu Ning Tias (Teknologi Pangan), Rasya Alffridzy (FH), Febe Rona Putri Margareta (Teknologi Pangan), Nareswari Tyaga Cahya D (FKIP), Carmelita Devina Cristy (FE) dengan Dosen pembimbing Dr Merkuria Karyantina dan Irvia Resti Puyanda.
“Tim ini mengusung inovasi produk Gummy candy dari kulit buah naga dan kurma. Permen ini mempunyai keunggulan karena rasanya yang sedikit manis, tekstur kenyal dan juga merupakan sumber zat besi,” jelasnya.
Seperti diketahui bersama, zat besi merupakan nutrisi penting bagi anak remaja putri yang sudah mengalami menstruasi supaya tidak mudah kurang darah. Kondisi remaja putri juga merupakan aspek penting dalam upaya penanganan stunting. Lomba inovasi pangan juga diikuti delegasi dari berbagai perguruan tinggi dari berbagai negara, seperti PT Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, dan India. Dewan juri melibatkan para pakar bidang pangan.
Raihan dua medali ini tidak lepas dari aspek penilaian dari tingkat kesiapan produk untuk dikomesialisasikan (nasional maupun global), kelayakan penerapan teknologi, kelayakan bisnis serta keramahan produk terhadap lingkungan.
“Unisri merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Solo yang aktif dalam mengikuti ajang kompetisi di tingkat internasional untuk menjamin mutu pendidikan dan menciptakan lulusan berkualitas,” kata Dr Nanik Suhartatik. (*/ian)

























