JATENGONLINE, KLATEN — Dalam rangka mewujudkan desa mandiri dan berkelanjutan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta bernama Liana Mei Saputri menyelenggarakan program kerja Kelas Ceria: Pelatihan Dasar Teknologi Informasi dan Komunikasi di SDN 3 Tarubasan, Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.
Program yang digelar pada 26 Juli 2025 ini diikuti dengan penuh antusias oleh siswa-siswi kelas 4 sampai 6.
Program ini bertujuan untuk mengenalkan dasar-dasar penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada siswa sekolah dasar, sekaligus edukasi penggunaan perangkat digital secara sehat dan bermanfaat.
Pelatihan TIK dilaksanakan dengan berbagai materi seperti pengenalan komputer, cara menggunakan aplikasi sederhana, serta pemanfaatan internet yang positif. Metode pembelajaran dilakukan secara interaktif dan menyenangkan melalui praktik langsung serta permainan edukatif berbasis teknologi.
“Di era perkembangan digital, anak-anak perlu dibekali keterampilan dasar TIK agar mampu mengikuti zaman, namun harus tetap dalam pengawasan yang tepat. Melalui program ini, saya ingin membantu membiasakan anak-anak menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat,” ungkap Liana.
Kepala sekolah SD N 3 Tarubasan, Ibu Rumiyatun menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ini mampu meningkatkan minat belajar siswa sekaligus menjadi pengalaman yang menyenangkan.
“Anak-anak sangat senang karna bisa belajar menggunakan Chromebook, disini ekskul TIK hanya bisa dilakukan minimal satu bulan sekali karena keterbatasan waktu dan tenaga kependidikan,” ungkapnya.
Dengan program Kelas Ceria Pelatihan Dasar TIK, mahasiswa KKN UNISRI berupaya mendukung literasi digital di kalangan anak-anak desa. Hal ini dapat membuat mereka memiliki keterampilan dasar TIK yang dapat menunjang proses belajar dan kehidupan sehari-hari. Sehingga anak-anak dapat menggunakan keterampilan TIK mereka bukan hanya sekedar hiburan saja, melainkan juga sebagai sarana pembelajaran dan kreativitas.
Liana berharap program ini dapat berjalan rutin dengan memanfaatkan teknologi yang sudah disediakan oleh pemerintah.
“Saya berharap kegiatan pelatihan TIK ini dapat berjalan berkesinambungan, tidak hanya sekali, tetapi juga menjangkau seluruh siswa dari setiap angkatan,” ujarnya. (*)
*) Ditulis: Liana Mei Saputri Mahasiswa KKN Unisri






























