JATENGONLINE, SOLO – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan di bulan Syawal 1447 H yang penuh berkah ini, Yayasan Jagadnata Nusantara Jaya menggelar acara Halal Bihalal yang dilaksanakan di Pedan Ballroom, Hotel Sahid Jaya Solo. Jum’at (10/4/2026).
Acara selain diisi dengan ramah tamah, tausiyah, dan doa bersama, juga penyerahan donasi kepada disabilitas dan anak yatim piatu.
Ketua Panitia Danang Wijanarko menyampaikan, jika halal bihalal bukan sekadar tradisi saling memaafkan, tetapi juga momentum untuk memperkuat ikatan sosial, mempererat solidaritas, dan meneguhkan kembali komitmen dalam membangun kehidupan yang lebih baik secara sosial, budaya, maupun ekonomi.

Ketua Umum Jagadnata Nusantara Jaya, Yohanes Setiawan mengatakan, pihaknya mengundang pembina yayasan, Walikota dan Wawalikota Solo, tokoh-tokoh masyarakat, pengurus, dan juga rekanan.
“Kebetulan kami kan juga bergerak sosial kemanusiaannya di SPPG ya, jadi di dapur-dapur mandiri, nah itu kami undang dari Jawa Tengah maupun Jawa Timur.
Harapannya dari halal bihalal ini. Kita sebagai manusia tidak luput dari salah, dosa, dan itu hilang,” papar Yohanes.
Momentum ini, lanjutnya, bisa menjadi pengingat bahwasannya yayasan memang ke arah sosial dan selalu memperbaiki diri, baik lembaga maupun secara personal juga masing-masing saling memperbaiki.
“Kita temanya sesuai dengan nyawanya yayasan, yakni sosial kemanusiaan, Menebar Cinta Kasih Meraih Kemenangan, dalam hal ini kemenangan batin, ya,” terang Yohanes.
Program ke depan, lebih lanjut disampaikan Yohanes, skalanya akan semakin di perbesar. Jadi yang semula mungkin hanya yang sudah ada, kemudian intensitasnya, misalkan bantu anak yatim itu cuma dua-tiga tempat akan diperbanyak lagi.

“Mudah-mudahan dengan niatan baik, ridho Allah subhanahu wa ta’ala akan terus mengalir dan kita makin bisa merubah banyak, untuk bangsa sesama merah putih.” tekadnya.
Sementara Walikota Solo Respati Ardi mengapresiasi keberadaan Yayasan Jagadnata Nusantara Jaya yang memiliki visi mulia, yakni memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal yang berkaitan dengan pertanian, pangan, dan kearifan tradisional dalam pengelolaan sumber daya alam.
“Ini adalah sebuah pendekatan zaman saat ini. sangat relevan dan strategis. Kita semua menyadari bahwa persoalan Perubahan iklim, alih ketahanan pangan dewasa ini semakin kompleks. fungsi lahan, melemahnya regenerasi ketergantungan pada pasokan luar, hingga petani menjadi tantangan nyata yang kita hadapi bersama.” kata Respati Ardi dalam sambutannya.
Di sisi lain, sambungnya, kita juga melihat adanya pergeseran nilai, di mana kearifan lokal dalam mengelola alam perlahan mulai ditinggalkan.
Di sinilah peran penting Yayasan Jagadnata Nusantara Jaya menjadi sangat strategis. Dengan mengintegrasikan aspek ketahanan pangan dan pelestarian budaya lokal, yayasan ini menjawab persoalan identitas dan jati diri bangsa.

Pemkot Solo mendukung penuh inisiatif-inisiatif seperti ini, percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga seperti Yayasan Jagadnata Nusantara Jaya akan menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian pangan sekaligus pelestarian budaya lokal.
“Mari kita jadikan momentum Halal Bihalal ini sebagai titik tolak bersama. untuk memperkuat sinergi dan komitmen kita. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan memperkuat langkah kita dalam membangun masyarakat yang tangguh, berdaulat pangan, dan berakar pada nilai-nilai luhur budaya bangsa.” pungkasnya. (*/ian)


























