JATENGONLINE, SOLO – Penyelenggaraan pameran perumahan kembali digelar Real Estate Indonesia (REI) Solo Raya bertujuan meningkatkan penjualan.
REI Expo 2026 rencananya digelar mulai Jumat (17-27/4/2026), diikuti 30 stand dengan mematok target transaksi sebesar 50 Miliar selama 10 hari.

Ketua REI Komisariat Solo Raya, Oma Nuryanto mengatakan, peserta expo selain 15 pengembang properti 15 lainnya sebagai pendukung yakni toko bangunan, perbankan, dan biro umrah.
“Keikutsertaan biro umrah dalam pameran ini, terkait adanya program beli rumah berhadiah umrah bagi konsumen yang membeli rumah senilai Rp2 miliar cash,” terang Oma, saat jumpa pers di Mon Kopi, Rabu (15/4/2026)
Ditambahkan Oma, adanya kebijakan baru tentang BI checking diharapkan mampu mendongkrak penjualan properti subsidi, karena adanya kebijakan tersebut masyarakat dapat mengajukan kepemilikan rumah meskipun masih ada pinjaman.
“Terkait adanya Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni masyarakat dengan catatan kredit di bawah hingga Rp 1 juta, kini tetap dapat mengajukan kredit rumah subsidi.” papar Oma.

Oma berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan penjualan rumah di kawasan Solo Raya. Oma berharap akan ada pembelian rumah yang baik dengan suku bunga menarik, bunga murah 4 – 5 persen.
Anthony Hendro Prasetyo, salah satu pengurus REI Jawa Tengah, mengapresiasi dan menyambut baik pameran yang diselenggarakan oleh pengembang perumahan di Solo Raya sekaligus menyambut baik adanya relaksasi pemerintah terkait SLIK OJK.

“Berharap Expo REI 2026 ini, target penjualan terpenuhi, Masyarakat dapat memanfaatkan relaksasi OJK tersebut,” kata Anthony.
“REI Solo Raya menunggu dampak positif kebijakan baru terkait SLIK OJK, yakni masyarakat dengan catatan kredit di bawah hingga Rp 1 juta kini tetap dapat mengajukan kredit rumah subsidi.” pungkas Lukas, salah satu pengurus REI Solo Raya. (*/ian)




























