JATENGONLINE, SOLO – Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta kembali menyelenggarakan Wisuda Sarjana dan Magister di Gedung Graha Saba Buana Jl. Letjen Suprapto No. 80-B Sumber Banjarsari Surakarta, Selasa (5/5/2026), yang diikuti oleh 220 wisudawan/wati.
Sejarah kembali ditorehkan UNIBA Surakarta dalam perjuangan panjang menggapai visi dan misi dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Perjuangan untuk mengantarkan generasi penerus bangsa menggapai cita berbekal ilmu menapak masa depan membangun negara.
Sidang senat dipimpin langsung oleh Ketua Senat UNIBA Surakarta, Dr. Suhendro, SE., M.Si, Ak. wisudawan dan wisudawati yang terdiri dari 4 Fakultas.
Jumlah Lulusan Sarjana dan Magister Universitas Islam Batik Surakarta Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 sebanyak 220 orang terdiri 185 Sarjana dan 35 Magister:
A. Fakultas Hukum, 1. Program studi Hukum : 75 orang
B. Fakultas Ekonomi, 1. Program studi Manajemen : 63 orang, 2. Program studi Akuntansi : 20 orang, 3. Program studi Magister Manajemen : 35 orang
C. Fakultas Pertanian, 1. Program Studi Agroteknologi : 18 orang, 2. Program Studi Peternakan : 4 orang, 3. Program Studi Agribisnis : 3 orang
D. Fakultas Teknik, 1. Program Studi Teknik Industri : 1 orang2. Program Studi Teknik Sipil : 1 orang
Indeks Prestasi kumulatif (IPK) tertinggi dari 220 Lulusan UNIBA Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, sebanyak 181 wisudawan/wati berpredikat Cumlaude dari program Strata 1 maupun Strata 2. Termasuk di dalamnya terdiri dari 8 wisudawan/wati terbaik, dari berbagai program studi sebagai berikut: 1. Sri Lestari, M.Si. IPK 4.00 Prodi Manajemen S2 – 2. Ega Nanda Okta Athalia, S.Ak. IPK 3.98 Prodi Akuntansi – 3. Tarisa Firda Saniyyah, S.M. IPK 3.96 Prodi Manajemen – 4. Risal Kartika Bintoro, S.T. IPK 3.92 Prodi Industri – 5. Marisa Putri Ardiani, S.H. IPK 3.93 Prodi Hukum – 6. Chanda Firdaus, S.P. IPK 3.53 Prodi Agribisnis – 7. Setiyanto, S.P. IPK 3.84 Prodi Agroteknologi – 8. Aprillia Dwi Kumalasari, S.Pt. IPK 3.85 Prodi Peternakan.
Sambutan wisudawan diwakili oleh Lulusan Manajemen UNIBA Surakarta, Rafli Antya Sidqi, S.M. menyatakan, kesiapan mereka sebagai alumni untuk menjadikan ilmu yang dimiliki sebagai sarana untuk memberi manfaat, membawa perubahan positif, serta menjaga nilai-nilai ke-Islaman dalam setiap langkah.
Setelah prosesi wisuda, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada wisudawan terbaik dan pasangan suami-istri dari Fakultas Hukum dan Fakultas Pertanian, yaitu, Prodi HUKUM- Eko Lugi Baitusta (2022010127) dan Annida Salma Hasanain (2022010128 )
Program Studi AGROTEKNOLOGI – Sugiyarto (2022050008) dan Ary Astuti (2022050007)
Salah satu dari pasangan tersebut, mengutarakan suka dukanya. “Selama kuliah pergi dan pulang kuliah bersama, satu kelas, satu program studi, ujian di hari yang sama, saling mensupport dan yudisium di hari yang sama, serta wisuda dihari yang sama. Kuliah bareng, wisuda bareng,” ujarnya saat ditemui.
Pada sesi penutup, dilanjutkan dengan penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa PSM dengan membawakan lagu tradisional dan lagu kontemporer.
Wisuda bukanlah puncak pencapaian akademisi, justru dengan menjadi sarjana merupakan langkah awal untuk memberikan kontribusi nyata atas keilmuan yang telah dimiliki kepada masyarakat.
Rektor UNIBA Surakarta Ipmawan Muhammad Iqbal, S. Ag., M. Ag. menyampaikan, jadilah pembawa solusi, bukan bagian dari masalah. Orang besar adalah mereka yang tetap tenang di tengah kekacauan, dan tetap memberi terang saat orang lain tenggelam dalam kegelapan. Di tengah banyaknya keluhan dan kelamnya persoalan bangsa ini, jadilah lentera bukan api yang membakar, tapi cahaya yang menerangi.
“Tanggalkan ego, dan bangun sinergi. Zaman ini tidak lagi membutuhkan orang yang hebat sendirian. Ia membutuhkan tim yang solid, yang bisa saling menguatkan, saling menopang. Belajarlah untuk bekerja sama. Bergabunglah dalam gerakan-gerakan kebaikan. Jangan berdiri sendiri. Karena sejatinya, kita ini diciptakan untuk hidup berjamaah, bukan berjalan seorang diri.” ujarnya.
Tingkatkan spiritualitas, lanjut pesannya, hidup di era digital sangat rentan membuat kita merasa kosong, hilang arah. Tapi ingatlah—sebesar apa pun ambisi kita, sehebat apapun ilmu kita, tetap ada kekuatan yang jauh lebih besar, yaitu Allah SWT. Mintalah petunjuk-Nya, berdoalah dalam setiap langkah-langkah kalian. Libatkan Allah dalam setiap rencana, dalam setiap cita-cita. (*/ian)

























