Wawali Solo Astrid Widayani sebagai maskot SBC PITOELAS 2026
JATENGONLINE, SOLO – Ribuan pasang mata tertuju ke Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Sabtu (11/7/2026), Kota Solo kembali berdenyut kencang saat menggelar Solo Batik Carnival (SBC) ke-17 atau yang dikenal dengan tema “Pitoelas”.
Acara tahunan yang telah menjadi ikon wisata budaya ini berhasil menyulap jalan utama kota menjadi panggung raksasa yang memadukan keindahan batik, teknologi modern, dan kekayaan mitologi Jawa.
Tema “Pitoelas”: Harmoni Angka Keramat
Tema “Pitoelas” (Pitulungan Lan Welas) kali ini tidak hanya merujuk pada urutan tahun penyelenggaraan, tetapi juga membawa filosofi mendalam tentang keseimbangan alam dan spiritualitas.
Para perancang busana dan peserta karnaval menginterpretasikan angka 17 sebagai simbol kedewasaan bangsa dan kematangan estetika batik Solo yang terus berinovasi tanpa kehilangan akar tradisinya.
Ketua Yayasan SBC, Lia Imelda menyatakan, bahwa tahun ini mereka menghadirkan konsep “Neo-Javanese Futurism”.
“Kami ingin menunjukkan bahwa batik bukan sekadar kain masa lalu. Di tangan generasi muda Solo, batik berdialog dengan teknologi, material daur ulang, dan narasi global,” ujar Lia dalam sambutan grand carnival SBC, didepan Stadion Sriwedari.
Spektakuler Visual dan Partisipasi Massal
Karnaval tahun ini diikuti oleh lebih dari 30 kontingen, mulai dari komunitas seni lokal, sekolah desain, hingga perwakilan daerah lain di Indonesia. Setiap kontingen membawakan cerita unik.
Ribuan penonton yang memadati trotoar dan balkon bangunan di sepanjang rute karnaval terlihat antusias, banyak di antaranya mengenakan atribut batik untuk mendukung para peserta.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi yang hadir menyaksikan langsung, menegaskan bahwa SBC bukan sekadar pesta visual, melainkan motor penggerak ekonomi kreatif.
“Event ini membuktikan bahwa budaya adalah aset ekonomi yang nyata. Hotel, kuliner, dan UMKM batik di Solo mengalami lonjakan. Kami berkomitmen menjaga SBC agar tetap menjadi kalender wajib wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya. Sembari mengenalka salam baru yakni, “Salam Budaya, Salam Pariwisata, Sayangi Semesta, InshaAllah Hidup Bahagia”
Pada gelaran SBC 17 2026 ini ikut tampil dan mencuri perhatian adalah Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.
Beliau tampil mengenakan kostum megah bertema “PITOELAS” yang dipadukan dengan ornamen artistik khas industri lokal (seperti kerajinan shuttlecock Serengan dan sangkar burung Mojosongo) sebagai bentuk dukungan penuh terhadap UMKM dan IKM di Kota Solo.
Rute dimulai dari Stadion Sriwedari hingga Balai Kota Surakarta. Gelaran SBC Pitoelas 2026 meninggalkan kesan mendalam bahwa tradisi akan selalu hidup jika dirawat dengan kreativitas tanpa batas. (*/ian)






















