Penampil Terakhir Solo Keroncong Festival 2026 ‘Kental’ Kolaborasi Kian Variatif dan Spesial

Berita, Budaya39 Views
banner 468x60

Duo Wening Jepank tampil dihari terakhir SKF 2026, Minggu (19/7/2026) membawakan tiga lagu yang kini tren jadi branding kota Solo

JATENGONLINE, SOLO – Memasuki hari terakhir, Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali menghadirkan rangkaian penampilan yang semakin beragam
dan atraktif di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Festival ini terus menegaskan perannya sebagai ruang ekspresi dan kolaborasi musik keroncong lintas generasi.

banner 336x280

Acara dibuka dengan penampilan dari perwakilan kecamatan, diawali oleh Kecamatan Jebres dan Kecamatan Serengan, yang menghadirkan sajian keroncong dengan nuansa khas daerah. Penampilan berlanjut dengan Kecamatan Banjarsari yang tampil dengan komposisi musik yang harmonis dan penuh energi.

Memasuki penampilan berikutnya, panggung SKF 2026 diisi oleh kolaborasi menarik dari
Orkestra Keroncong SMA Pangudi Luhur Jakarta featuring Orkestra Keroncong Batavia
Mood yang membawakan lima lagu dengan sentuhan modern.

Suasana semakin hangat dengan penampilan Duo Wening & Jepank featuring Hendri Lamiri yang menghadirkan harmonisasi musik yang intim dan berkelas. Duo Wening  Jepank selama tampil membawakan lagu-lagu bertemakan identitas Kota Solo salah satu contohnya Solo Berseri.

Penampilan Joharini turut memperkaya warna musik pada malam terakhir dengan
aransemen yang dinamis dan eksploratif. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada para penampil sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam acara ini.

Memasuki puncak acara, The Royal Surakarta Orchestra tampil megah bersama Rozita Rohazad, Hendri Lamiri, dan Iksan Skuter, menghadirkan kolaborasi orkestra yang memukau dan menjadi highlight di malam terakhir. Salah satu penampil, Iksan Skuter turut membagikan kesannya atas keterlibatan dalam SKF 2026.

“Suatu pengalaman yang menarik, karena pertama kali saya membawakan karya saya dalam format keroncong di Kota Solo” ujarnya.

Ia juga menambahkan “Harapan saya, semoga acara ini menjadi acara tahunan dan berkembang menjadi kebanggaan Solo Raya dan Indonesia”

Acara SKF 2026 ditutup secara simbolis oleh perwakilan walikota Surakarta yakni Kepala
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta.

“Harapannya, Solo Keroncong Festival
dapat terus berlanjut dan berkembang di tahun-tahun mendatang, serta kembali hadir
dengan lebih semarak pada SKF 2027 sebagai bagian dari upaya bersama melestarikan
musik keroncong sebagai warisan budaya bangsa” ucap Maretha Dinar Cahyono
selaku Kepala Disbudpar Surakarta.

Solo Keroncong Festival 2026 hari terakhir ditutup dengan penampilan istimewa dari The Royal Surakarta Orchestra yang menghadirkan sajian orkestra yang khas Kota Solo dengan penuh kemegahan.

Penampilan ini menjadi klimaks sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian Solo Keroncong festival 2026, meninggalkan kesan mendalam serta mempertegas eksistensi musik keroncong sebagai warisan budaya dan ikon budaya Kota Surakarta yang terus hidup dan berkembang. (*/ian) 

banner 336x280