JATENGONLINE, BOYOLALI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 9 Desa Talakbroto sukses menyelenggarakan Workshop Pengelolaan Limbah Rumah Tangga di Balai Desa Talakbroto, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik secara mandiri sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Workshop dibuka secara resmi oleh Ibu Lurah Desa Talakbroto, yang dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam menghadirkan edukasi yang aplikatif bagi masyarakat. Beliau berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan workshop saja, tetapi dapat diterapkan di masing-masing rumah tangga sehingga mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir serta menghasilkan kompos yang bermanfaat.
Peserta workshop merupakan ibu-ibu perwakilan dari seluruh RT se-Desa Talakbroto. Kehadiran para peserta diharapkan menjadi motor penggerak dalam menyebarluaskan praktik pengelolaan sampah rumah tangga kepada warga di lingkungan masing-masing.
Sebagai narasumber, Dr. Dian Kresnadipayana, S.Si., M.Si. menyampaikan materi mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber, prinsip pengelolaan sampah organik, teknik pembuatan kompos rumah tangga, serta pemanfaatan bioaktivator untuk mempercepat proses pengomposan. Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi praktik sehingga dapat memahami secara langsung tahapan pembuatan kompos yang benar.
Suasana workshop berlangsung interaktif. Peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga, mulai dari bau pada proses pengomposan, pemilihan bahan organik, hingga cara menghasilkan kompos berkualitas.
Sebagai bentuk dukungan agar ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di rumah, setiap peserta mendapatkan satu botol bioaktivator yang dapat digunakan sebagai starter dalam proses pengolahan sampah organik menjadi kompos. Diharapkan bantuan tersebut menjadi langkah awal terbentuknya kebiasaan mengolah sampah organik di tingkat rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 9 Desa Talakbroto berharap masyarakat semakin sadar bahwa sampah organik bukanlah limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat bagi lingkungan maupun pertanian.
Kegiatan workshop ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Semangat “Pilah, Olah, dan Manfaatkan” diharapkan terus tumbuh sehingga Desa Talakbroto dapat menjadi contoh desa yang peduli terhadap lingkungan dan mampu mengelola sampah secara mandiri. (*/ian)



















