Jelang 2 Tahun Beroperasi, Pasar Jongke Baru Masih Sepi: Paguyuban Pedagang Gelar Event, Pemkot Solo Siap Dukung

Berita, Solo Raya14 Views
banner 468x60

Lantai 3 Foodcourt Pasar Jongke nampak lengang tidak banyak kios yang buka 

JATENGONLINE, SOLO – Menjelang genap dua tahun menempati gedung revitalisasi yang megah, Pasar Jongke di Kota Surakarta masih menghadapi tantangan klasik: sepi pengunjung. Kondisi ini mendorong Paguyuban Pedagang Pasar Jongke untuk mengambil inisiatif mandiri dengan menggelar sejumlah event kreatif guna menarik minat masyarakat, sementara Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyatakan siap memberikan dukungan penuh.

banner 336x280

Pasar Jongke yang baru saja direvitalisasi dengan arsitektur modern memang sempat menjadi sorotan positif saat diresmikan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kemegahan fisik belum berbanding lurus dengan animo belanja.

Biaya operasional menjadi beban berat bagi pedagang ketika tingkat kunjungan masih rendah. Banyak pedagang khawatir tidak mampu menutup biaya operasional jika tren sepi ini terus berlanjut, bahkan dari mereka memilih untuk menutup kios dan tidak berjualan.

Menyikapi hal tersebut, Paguyuban Pedagang Pasar Jongke tidak tinggal diam. Mereka secara aktif mensiasati situasi dengan merancang berbagai agenda kegiatan, mulai dari bazar kuliner, pameran produk UMKM lokal, hingga pertunjukan seni budaya. Tujuannya jelas: mengubah persepsi pasar sebagai tempat transaksi semata menjadi destinasi wisata belanja yang hidup dan menyenangkan.

“Kami tidak bisa hanya menunggu pembeli datang. Kami harus jemput bola dengan menciptakan alasan bagi warga Solo untuk berkunjung ke sini,” ujar Edy Santosa, Ketua Paguyuban, ditemui di lantai 3 Pasar Jongke. Jumat (7/8/2026).

Merespons langkah proaktif para pedagang, Pemkot Solo melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menegaskan dukungannya. Pihak pemerintah menilai inisiatif paguyuban sebagai bentuk kemandirian yang patut diapresiasi. Pemkot berkomitmen untuk menyelaraskan event-event tersebut dengan kalender pariwisata kota serta memfasilitasi promosi agar jangkauannya lebih luas.

Selain itu, Pemkot Solo juga berencana mengintegrasikan Pasar Jongke ke dalam rute wisata belanja resmi kota. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan foot traffic secara organik, bukan hanya mengandalkan event sesaat. Sinergi antara kreativitas pedagang dan fasilitasi pemerintah dinilai menjadi kunci utama untuk menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi di Pasar Jongke yang baru.

Warga Solo pun berharap, kolaborasi ini segera membuahkan hasil nyata. Pasar Jongke yang telah menghabiskan anggaran revitalisasi besar-besaran seharusnya tidak hanya menjadi monumen kebanggaan, tetapi juga pusat perekonomian yang benar-benar menghidupi ribuan pedagang dan keluarganya. (*/ian) 

 

banner 336x280