JATENGONLINE, SOLO – Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP) memperluas jejaring kerja sama dengan dunia industri melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA) bersama Hotel and Cruise Ship Training School (HCTS) dan Flooq Japan. Kerja sama yang diinisiasi oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTP ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.
Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri Direktur Flooq Japan, Bagus Indra Yustira, S.Pd., M.BA., serta Direktur HCSTS, Agus Handoyo, S.E. Kolaborasi ini diharapkan membuka ruang sinergi dalam pengembangan kompetensi mahasiswa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan akses terhadap peluang karier di sektor perhotelan, kapal pesiar, dan dunia kerja internasional.
Rektor UTP Surakarta, Prof. Dr. Dra. Winarti, M.Si., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan mitra industri merupakan bagian penting dari upaya perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di dunia kerja.
“Perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab memberikan bekal pengetahuan akademik kepada mahasiswa, tetapi juga perlu memastikan bahwa kompetensi yang dimiliki relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kerja sama dengan HCTS dan Flooq Japan, kami berharap mahasiswa UTP, khususnya FEB, memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengembangkan keterampilan, memperkaya pengalaman, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan karier, termasuk di tingkat internasional,” ungkapnya.
Direktur HCTS, Agus Handoyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama dengan UTP Surakarta menjadi peluang untuk memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan pelatihan dengan perguruan tinggi. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia perlu dilakukan secara berkelanjutan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program-program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa. Dengan kolaborasi ini, kami ingin turut mendukung pengembangan keterampilan, kesiapan kerja, dan profesionalisme mahasiswa, sehingga mereka memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia industri,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Flooq Japan, Bagus Indra Yustira, S.Pd., M.BA., berharap kolaborasi dengan UTP Surakarta dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan potensi mahasiswa, khususnya dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi peluang dan tantangan di lingkungan kerja internasional.
“Kerja sama ini kami harapkan dapat menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan, terutama dalam menyiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi, kedisiplinan, etos kerja, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan profesional. Kami ingin bersama-sama membuka peluang pengembangan diri bagi mahasiswa sehingga mereka lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin dinamis,” jelasnya.
Bagi FEB UTP, kerja sama ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri. Sinergi dengan HCTS dan Flooq Japan berpotensi dikembangkan melalui program pelatihan, penguatan kompetensi profesional, pengenalan dunia kerja, serta berbagai bentuk kegiatan kolaboratif yang disepakati bersama.
Melalui kolaborasi ini, UTP Surakarta berkomitmen untuk terus memperluas kemitraan strategis dengan dunia usaha dan industri. Langkah tersebut sejalan dengan upaya UTP dalam mewujudkan kampus yang mampu mencetak generasi berkarakter, berdaya saing, dan berdampak bagi masyarakat.
Ke depan, kerja sama antara UTP Surakarta, HCTS, dan Flooq Japan diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga menghadirkan manfaat konkret bagi mahasiswa FEB dalam meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan profesional, dan mempersiapkan masa depan karier. (*/ian)






















