JATENGONLINE, SOLO — Komunitas Jayengan Kampoeng Permata (JKP) turut berpartisipasi dalam kegiatan Pendampingan Teknis Produksi dalam rangka Pengembangan dan Penumbuhan Wirausaha Baru Industri Kecil dan Menengah (WUB IKM) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Kegiatan pembukaan dilaksanakan di Hotel The Sunan Solo, pada Senin, 20 Oktober 2025, pukul 12.00 WIB hingga malam hari, dan secara resmi dibuka oleh Anggota DPR RI Komisi IX, Bapak Muhammad Hatta.
Acara berlangsung dengan penuh semangat, dihadiri oleh para pelaku IKM dari berbagai daerah di Kota Surakarta, serta diwarnai dengan dialog interaktif mengenai strategi penguatan wirausaha baru.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis produksi selama tiga hari berturut-turut, mulai Selasa hingga Kamis, 21–23 Oktober 2025, bertempat di LKP Cakra, Jl. Kahuripan Utara Raya, Sumber, Banjarsari, Surakarta.
Sebanyak 25 anggota Komunitas Jayengan Kampoeng Permata (JKP) turut serta dalam kegiatan ini. Mereka merupakan pelaku usaha kecil dan kreatif di bidang perhiasan dan batu permata yang bernaung di bawah program pengembangan ekonomi lokal Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta.
Kegiatan ini bertujuan untuk, Meningkatkan kemampuan teknis produksi para pelaku IKM, Mendorong lahirnya wirausaha baru yang inovatif, Memperkuat jejaring antar pelaku industri kecil, dan Menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif berbasis lokal yang berdaya saing.
Di sela-sela sesi ramah tamah setelah acara pembukaan, Pimpinan Komunitas Jayengan Kampoeng Permata, Yusuf Alkatiri, menyampaikan aspirasi dan harapan kepada pihak Kementerian Perindustrian:
“Bangunan untuk pusat kegiatan JKP sebenarnya sudah siap. Namun, kami masih menghadapi kendala utama, yaitu belum adanya mesin-mesin pendukung untuk mengolah perhiasan dan batu permata. Kami sangat berharap melalui kegiatan pendampingan ini, pemerintah dapat memberikan dukungan nyata untuk merealisasikan keberadaan mesin-mesin tersebut agar JKP bisa segera berproduksi dan berkembang,” ujar Yusuf Alkatiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat potensi industri kecil berbasis kearifan lokal, sekaligus menjadi wujud sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan wirausaha baru yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. (*/ian)

























