JATENGONLINE, SOLO – Dipastikan iklim investasi di Kota Bengawan dalam kondisi sehat, hal itu ditandai dengan tidak adanya pungutan liar yang dilakukan oleh oknum tertentu kepada para investor.
Hal itu disampaikan Walikota Solon Respati Ardi dalam pembukaan acara Solo Investmen Forum (SIF) 2025 yang digelar Pemkot Solo di Hotel Swiss-Belinn Saripetojo, Solo, Jumat (12/12/2025).
“Pemkot Solo memberikan jaminan percepatan perizinan usaha serta pengawasan ketat. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan potensi ekonomi Kota Solo yang terus menunjukkan tren positif, baik dari sisi konsumsi masyarakat maupun pengembangan infrastruktur.” papar Walikota.
Pemkot Solo berkomitmen untuk akselerasi kebijakan berusaha, mengawal hingga izin terbit dan di pastikan zero pungli.
Menurut Respati, bahwa transparansi dan kemudahan birokrasi adalah kunci utama untuk menarik minat investor masuk ke kota Solo ini. Dan optimistis investasi di Solo bisa tumbuh dengan didukung data ekonomi yang kuat. Minimal tingginya daya beli masyarakat Solo yang tercermin dari transaksi digital yang bertumbuh.
Berdasarkan data Bank Indonesia hingga Oktober 2025, transaksi QRIS di Kota Solo tercatat menembus angka lebih dari Rp10 triliun. Angka ini didominasi oleh sektor kuliner dan ritel. Restoran dan hiburan menyumbang 46% dari usaha baru. Sedangkan perdagangan ritel menyumbang 25%.
Hingga menunjukkan tingkat konsumtif warga Kota Solo sangat tinggi. Selain karena masyarakat Solo yang suka jajan. Menjadikan investor yang masuk di sini akan tahu arah pembangunannya sangat potensial. Selain itu, Solo juga memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 84,4%.
“Solo sebagai Center of Knowledge, memastikan Solo memiliki stabilitas sosial yang baik, infrastruktur memadai, dan ekosistem usaha yang matang.” kata Respati.
Di era disrupsi ini, Respati mengajak investor untuk bekerja dari Solo. Ayo ke Solo!, ajaknya.
Sementata itu, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang juga pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, jika Solo memiliki keunggulan berupa biaya hidup (cost of living) yang rendah akan tetapi didukung oleh produktivitas yang meningkat.
Menurut Sandiaga, investor melihat bahwa ternyata jika produktivitas bisa ditingkatkan sementara cost of living-nya rendah, tentunya cuannya bisa lebih banyak. P
Untuk itu, dalam acara SIF 2025, ia mendorong kolaborasi melalui program yang sudah berjalan seperti Rumah Siap Kerja guna menjembatani kebutuhan industri dengan suplai tenaga kerja.
“Investasi di Solo tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif anak muda dan sektor swasta.” ajak Sandiaga seluruh elemen maju gerak bareng.
Bersama berkolaborasi, para anak muda dan investor jangan semata berharap pemerintah. Sehingga bisa atasi tantangan yang ada bersama.
Event Solo Investment Forum (SIF) 2025 menghadirkan serangkaian acara yang bisa diikuti para peserta dan masyarakat umum untuk melihat lebih dekat potensi ekonomi Kota Solo.
SIF menghadirkan tiga festival utama yang bisa menjadi rujukan bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk memulai atau mengembangkan bisnis di Solo. Ada Festival Aset yang menyuguhkan pameran aset milik Pemkot Solo, BUMD, hingga sektor swasta.
Sedangkan, untuk festival Anggaran membuka bocoran arah kebijakan dan rencana anggaran Pemkot Solo 2026. Dan, Investment Clinic memberi kesempatan masyarakat berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan perihal peluang investasi di Solo. (*/ian)

























