JATENGONLINE, BOYOLALI – Pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggelar silaturahmi untuk memelihara kepercayaan penerima manfaat. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara penyedia layanan dan penerima manfaat, memastikan komunikasi yang terbuka, dan memvalidasi komitmen terhadap bantuan atau program yang diberikan.
Seperti yang dilakukan oleh pemilik dan pengelola dapur SPPG dibeberapa wilayah, yakni H. Puspo Wardoyo termasuk SPPG Kali Ppe Land Group di Gagaksipat, Boyolali, selain berperan sebagai inisiator dan pengelolanya, sehingga berkewajiban untuk ikut mendukung program pemerintah agar pelaksanaan SPPG yang menyediakan Makan Berizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah dapat memenuhi aspek kesehatan, pendidikan, dan pembentukan karakter.
Pemilik SPPG Kali Pepe Land Goup, H. Puspo Wardoyo menyampaikan, pihaknya melalui Wong Solo Group yang didirikan dan dikelola, telah dijadikan model percontohan nasional dapur SPPG dari Badan Gizi Nasional, disampaikannya saat Silaturahmi dengan 130 Kepala sekolah penerima manfaat dari dapur SPPGnya, di Aula Thoyyiba kawasan distinasi wisata Kali Pepe Land, Rabu (31/12/2025) malam.
Menurutnya, dapur miliknya menggunakan teknologi modern, seperti mesin pemasak nasi skala besar, alat ini untuk memastikan kualitas dan kecepatan produksi ribuan porsi makanan setiap harinya. Hal ini merupakan capaian kesuksesan SPPG-nya, karena pengalaman yang telah dilakukan puluhan tahun, dalam industri kuliner berskala nasional, maupun internasional.
“Seperti SPPG Penumping Solo merupakan penyedia fasilitas dapur yang diresmikan Pemerintah Kota Solo pada Agustus 2025. Dapur ini berfungsi melayani kebutuhan makan bergizi bagi siswa sekolah di wilayah perkotaan Solo dengan menggandeng pemasok lokal. ” jelas Puspo Wardoyo.
Keterlibatan Puspo Wardoyo sebagai mitra strategis sektor swasta yang menggunakan pengalaman bisnis kulinernya untuk membantu standardisasi operasional dapur gizi pemerintah di tingkat daerah. “Setelah kami masukannya,
“Ada sejumlah masukan yang kami terima, yang pasti semua kepala sekolah ini mengapresiasi positif, baik tentang pemilihan bahan baku, cara masak yang higienis dan distribusinya secara tepat waktu,” katanya.
Pentingnya kegiatan semacam ini terletak pada, membangun transparansi, yakni memberikan pembaruan mengenai program, kriteria, dan membantu membangun kepercayaan. Silaturahmi menjadi wadah bagi penerima manfaat untuk menyampaikan masukan, keluhan, dan saran secara langsung. (*/ian)

























