JATENGONLINE, SOLO – Pelaksanaan Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) merupakan salah satu momen penting bagi para penggiat radio amatir. Melalui ujian tersebut, penggiat amatir radio bisa mendapatkan lisensi untuk berkomunikasi menggunakan peralatan radio.
Amatir radio adalah hobi yang menarik karena memberikan akses untuk berkomunikasi dengan teknologi nirkabel dan eksplorasi frekuensi radio.
Proses ujian amatir radio dilakukan untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan calon amatir radio dalam aspek teknis dan etika penggunaan frekuensi radio. Ujian ini memiliki beberapa tingkat, dimulai dari tingkat siaga hinggan tingkat penegak.
Setiap tingkat mengharuskan calon amatir radio untuk menguasai pengetahuan tentang termasuk Pancasila, Peraturan Radio, maupun Teknis radio.
Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Kelas I Yogjakarta melaksanakan UNAR non reguler 1 tahun 2025, penyelenggaraan Ujian Negara Amatir Radio dilaksanakan secara rutin.
Pada Selasa (27/5/2025) bertempat di kantor kelurahan Sondakan
Jl.Kyai Haji Agus Salim No 49 Laweyan Surakarta.
UNAR diikuti 45 orang peserta yang berasal dari Surakarta, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Sragen dan Blora. Pelaksanaan ujian di buka oleh Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani .
Pada kesempatan tersebut Walikota Surakarta Respati Ardi dan Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani
Ikut sebagai peserta Ujian Negara Amatir Radio.
Tercatat ada 3 anggota komunitas Jimny Katana Solo Raya (JKS) yang ikut ujian pada tahun ini, mereka adalah Hendrabram, Totok dan Iswantoro.
“Iya, tadi ada ujian UNAR dan banyak di bantu para senior dalam menjawab soalnya.
Dan sudah bisa dipastikan lulus 100%. Pas kebetulan bareng anggota kehormatan mas wali dan mbak wawali juga ikut,” ujar Hendrabram, usai ujian.
Kalau dulu pas ujian, imbuh Hendrabram, ‘ndadak’ ajar morse segala, tapi UNAR kali ini tidak ada ujian morse.

Alasan Hendra Bram mengikuti UNAR, yang pasti selain punya call sign terdaftar. “Ini fungsinya, jika kita kemanapun menggunakan radio komunikasi sifat nya bisa resmi baik di dalam maupun di luar negeri,” jelasnya.
Tambah komunitas yang pastinya ada positifnya. Bersifat sosial. Keadaan darurat jika handphone gak bisa di gunakan ini bisa. Sign bisa diperbarui setiap 5 tahun sekali.
Sementara Totok selaku Presiden JKS menyatakan, jika UNAR diadakan sebagai ujian radio amatir orari lokal Surakarta.
“Tujuan di adakan ujian ini adalah agar peserta memahami aturan dan prosedur dalam menggunakan alat komunikasi yang tentunya sangat berguna untuk kegiatan bermasyarakat,” kata Totok.
Peserta yang lulus ujian akan mendapatkan sertifikat kecakapan amatir radio yang memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan amatir radio lainnya di seluruh dunia.
“Ini membuka pintu untuk eksplorasi komunikasi jarak jauh, partisipasi dalam kegiatan darurat, dan berbagi pengetahuan dalam komunitas amatir radio yang luas.” ujar Iswantoro, anggota yang lebih senior.
Pelaksanaan UNAR di Surakarta ini menjadi satu momentum untuk memacu komunitas ini agar makin tumbuh dan berkontribusi pada pengembangan teknologi dan komunikasi di daerah ini. (*/ian)























