Gelar ‘Umbul Donga’ Untuk Surakarta, Kusumo Putro: Pejabat Tidak Asal Ucap Yang Menyakiti Rakyat!

Berita, Solo Raya1140 Views
banner 468x60

DR BRM Kusumo Putro, SH., MH.,

JATENGONLINE, SOLO – Ada suasana berbeda di Plaza Sriwedari, Kamis (11/9/2025), sedikitnya ada ratusan orang dari komunitas dan sejumlah organisasi masyarakat serta elemen masyarakat menggelar aksi doa bersama dilokasi tersebut. Kegiatan “Umbul Dungo” yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar Kota Solo khususnya dijauhkan dari kejadian yang membuat kota ini tidak kondusif dan anarkis sebagaimana yang terjadi pada akhir Agustus 2025 kemarin.

banner 336x280

Serta untuk bersama menciptakan Kota Solo yang aman, nyaman, dan kondusif. Sekaligus sebagai respons atas adanya tindakan maupun insiden anarkis yang merusak fasilitas umum, taman pembatas marka jalan di depan balaikota Solo, termasuk pembakaran mobil polisi, pos polisi, hingga Gedung Setwan DPRD Kota Solo.

Sebagaimana disampaikan Tokoh Masyarakat kota Solo DR BRM Kusumo Putro, SH., MH., yang hadir di acara Umbul Donga menyampaika keprihatinannya, bahwa Kota Solo yang dibangun dengan susah payah sebagai kota budaya ini, secara tiba-tiba hancur dirusak oleh pihak yang diduga bukan warga asli Solo.

Dirinya tidak bisa menerima begitu saja Kota Solo yang masyarakatnya cinta damai dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kami mendesak pihak kepolisian segera menangkap para pelaku dan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Kusumo Putro tegas.

Dirinya yang juga Ketua Umum Forum Budaya Mataram (FBM) ini meminta kepada para pejabat, baik di daerah maupun di pusat, tidak asal ucap ataupun berstatemen dan untuk berhati-hati dalam berucap. “Agar pejabat tidak sembarangan melontarkan hinaan yang dapat memantik emosi dan memicu kemarahan masyarakat.” paparnya.

Sejalan dengan pemikirannya, Ketua Umum Persatuan Anak Bangsa Surakarta (PABS), Dosy Marta, menyayangkan tidak hadirnya beberapa pejabat dan anggota dewan yang tidak hadir, padahal undangan sudah dikirim. Mereka seolah lupa, jika dulu anggota DPRD rela datang ke rumah warga untuk mendapat dukungan.

“Kami menyayangkan sikap para pejabat di Kota Solo yang tidak hadir dalam acara umbul donga ini. Padahal, acara ini bertujuan agar para pejabat, wakil rakyat, dan masyarakat dapat duduk bersama dan berkomitmen untuk menciptakan Kota Solo yang aman dan damai.” terang Dosy.

Acara Umbul Donga, selain dihadiri sejumlah ormas seperti PABS dan Ikatan Prabu Nusantara (IPN), juga diikuti oleh para pedagang, pengayuh becak, dan juru parkir, sebagai simbol bahwa seluruh elemen masyarakat menginginkan kedamaian di Kota Solo.

Umbul Donga meskipun diselenggarakan secara sederhana namun tidak mengurangi khidmat nya acara, suasana doa bersama untuk Kota Solo berlangsung dengan aman dan damai ditutup dengan makan bersama. (*/ian) 

banner 336x280