Pastikan Operasional Tetap Aman Menjelang Nataru dan Musim Penghujan, KAI Lakukan Inspeksi Lintas

Berita, Pernik580 Views
banner 468x60

PT KAI Daop 6 Yogyakarta melakukan inspeksi lintas untuk memastikan operasional KA tetap aman di musim penghujan dan Nataru., Jumat, 5 Desember 2025 /Dok Humas KAI Daop 6 Jogja

JATENGONLINE, SOLO –  PT KAI Daerah Operasional (Daop) 6 Yogyakarta melakukan inspeksi lintas untuk memastikan operasional KA tetap aman di musim penghujan dan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, berbagai upaya dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kelancaran operasional KA. KAI telah melakukan persiapan di berbagai aspek baik dari sisi sarana, prasarana dan SDM. Untuk memastikan hal tersebut KAI telah melaksanakan inspeksi lintas Walikukun-Solobalapan, Wonogiri-Puwosari, dan Solobalapan-Goprak pada Rabu dan Kamis (3-4/12/2025).

banner 336x280

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan, kegiatan inspeksi ini dilakukan untuk memastikan persiapan masa angkutan Nataru 2025/2026 sekaligus memastikan seluruh lintas siap dalam menghadapi musim penghujan. Baca Juga: Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025, Grand Mercure Gelar Fashion Show Inklusif

“Jajaran Management Daop 6 Yogyakarta telah melakukan pengecekan fasilitas operasional, fasilitas pendukung perjalanan KA, fasilitas penunjang lainnya hingga kemampuan SDM dalam mengamankan dan menjaga perjalanan KA agar selamat, aman, lancar dan terkendali,” ujar Feni, Jumat, 5 Desember 2025.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan inspeksi di tiga lintas tersebut, jajaran Daop 6 Yogyakarta melaksanakan pemeriksaan menggunakan kereta dresin inspeksi. Di lintas Walikukun-Solobalapan terdapat 6 stasiun yang diinspeksi yakni Stasiun Sragen, Masaran, Kemiri, Palur, Solojebres, dan Solobalapan.

Di lintas Wonogiri-Purwosari terdapat 5 stasiun yang ditinjau yakni Stasiun Wonogiri, Pasarnguter, Sukoharjo, Solokota, dan Purwosari. Sedangkan di lintas Solobalapan-Goprak terdapat 6 stasiun yang diinspeksi yakni Stasiun Solobalapan, Kadipiro, Kalioso, Salem, Sumberlawang, dan berakhir di Goprak.

“Yang menjadi objek pemeriksaan antara lain kelengkapan administrasi operasional KA, fasilitas stasiun, kecakapan petugas, dan prasarana perjalanan KA. Seperti jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, perlintasan sebidang, hingga potensi risiko di sepanjang jalur kereta api untuk segera dimitigasi. Pemeriksaan ini merupakan standard operating procedure (SOP) KAI. Berdasarkan inspeksi di lintas tersebut, keseluruhan jalur dinyatakan aman dan siap,” kata Feni.

Daop 6 Yogyakarta memastikan prasarana dalam kondisi baik dan andal, jalur, bantalan, penambat rel, jembatan, wesel, batu balast, normalisasi saluran air, dan perlintasan sebidang. Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, Daop 6 Yogyakarta menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang ditempatkan di 19 lokasi apabila terjadi hambatan akibat cuaca ekstrim seperti banjir, amblesan dan tanah longsor dapat segera ditangani.

Kesiapan di Daop 6 Yogyakarta AMUS yang disiapkan berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi (untuk jembatan), alat penambat rel, alat berat, dan peralatan lainnya. PT KAI mengajak seluruh masyarakat bekerjasama untuk mewujudkan perjalanan KA yang selamat dan aman khususnya selama Nataru 2025/2026.

Masyarakat juga diimbau ikut mendukung dan peduli terhadap keselamatan perjalanan KA di wilayah sekitarnya dengan tidak membuang sampah di jalur KA, tidak meletakkan batu atau benda di jalur yang dapat membahayakan perjalanan KA, tidak membuat perlintasan liar baru, dan tidak melakukan pelemparan terhadap KA.

Masyarakat juga dapat melaporkan kepada petugas KAI terdekat apabila melihat hal-hal yang bisa membahayakan keselamatan perjalanan KA, seperti aksi oknum yang mencurigakan atau gangguan alam yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan KA. (*/ian) 

banner 336x280

Related Posts

Don't Miss