JATENGONLINE, BOYOLALI — Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadang Hendrayudha,
menyampaikan apresiasi kepada pengusaha kuliner asal Solo, Puspo Wardoyo, yang merupakan pionir pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Boyolali.
Apresiasi tersebut disampaikan Dadang dalam pertemuan bersama pegawai dan pengusaha SPPG se-Soloraya di destinasi wisata Kali Pepe Land, Ngemplak, Boyolali, Jumat (16/1/2026).

Disampaikan Dadang, pihaknya berterima kasih kepada Pak Puspo Wardoyo yang bersedia menjadi pionir. Menurutnya, ini bukan sekadar bisnis, tetapi juga menyangkut kemanusiaan.
“Pada awalnya sistem pembayaran masih menggunakan skema reimburse. Pak Puspo dan Bapak, Ibu disini adalah pahlawan masa kini,” ujar Dadang.
Seperti diketahui bahwa pada awal Januari 2025, Pak Puspo langsung mendirikan empat dapur SPPG sekaligus dengan jumlah penerima manfaat sekitar 12.000 siswa. Dan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan dampak signifikan dalam kurun waktu satu tahun pelaksanaan.

Pemilik SPPG Kali Pepe Land Group Puspo Wardoyo di kesempatan tersebut mengajak para pengusaha SPPG untuk terus menjaga kekompakan, komunikasi, dan orientasi manfaat sosial dalam menjalankan usaha.
Pak Puspo pun mengaku banyak pengusaha datang kepadanya untuk berkonsultasi terkait pengelolaan SPPG, mulai dari sisi manajemen maupun pendanaan. “Secara nasional kami termasuk 10 besar SPPG pertama. Dulu sistemnya nekat saja, tapi niatnya untuk kebaikan,” kata Founder Kali Pepe Land ini.
Hingga Januari 2026 telah berdiri 20.419 SPPG di seluruh Indonesia, dengan angka tersebut program MBG telah membuka sekitar satu juta lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dengan jumlah penerima manfaat melampaui 50 juta orang, dengan penerima manfaat MBG meliputi anak PAUD, siswa SD hingga SMA, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui.
Diakui jika diawal pelaksanaan SPPG menghadapi berbagai kendala, sebab merupakan program baru berskala nasional. Meski demikian, BGN terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelaksanaan MBG semakin optimal.
Program MBG memberikan multiplier effect bagi masyarakat, baik dari sisi gizi, ekonomi, maupun penyerapan tenaga kerja.
Di wilayah Soloraya, jumlah SPPG tercatat mencapai 568 titik. Rinciannya, Boyolali memiliki 93 SPPG, Klaten 105 SPPG, Sukoharjo 77 SPPG, Wonogiri 72 SPPG, Karanganyar 77 SPPG, Sragen 85 SPPG, dan Kota Surakarta 59 SPPG.
Dimana angka tersebut masih belum sepenuhnya memenuhi target penerima manfaat, sehingga masih diperlukan pemetaan wilayah untuk menentukan lokasi potensial pembangunan SPPG baru. (*/ian)



























