JATENGONLINE, SOLO – Makanan sehat siap saji MakanKu produk PT Halalan Toyyiban (Hati), milik H. Puspo Wardoyo dipercaya sebagai pemasok dan mengirim makanan berikut memasok Bumbu Dasar Indonesia untuk dapur katering jamaah haji di Arab Saudi.
Produk Ready to Eat (RTE) buatan PT HATI ini sangat berbeda dengan makanan instan lainnya, selain tidak menggunakan bahan pengawet. Dengan produk menu meliputi rendang ayam, opor ayam, semur ayam, gulai kambing hingga bubur siap santap.
Menu tersebut bukan seperti mi instan atau makanan kaleng biasa.Bahkan menu makanan itu dapat langsung dikonsumsi tanpa microwave maupun pemanasan ulang.
“Makanan sehat siap saji full meal, nasi dan lauk lengkap, yang bisa langsung dimakan tanpa dipanaskan, selain makanan siap saji, PT HATI juga memasok pasta atau bumbu dasar Indonesia untuk dapur katering jamaah di Arab Saudi. Tahun ini, perusahaan mengirim sekitar 300 ton pasta bumbu khas Indonesia,” ujar H. Puspo Wardoyo kepada wartawan di Hotel Capsule, Kawasan Kalipepe Land, Gagaksipat, Boyolali. Jumat (15/5/2026)
Keberadaan pasta tersebut sangat penting, lanjut Puspo, karena sebagian besar juru masak di Arab Saudi berasal dari India sehingga rasa makanan jamaah Indonesia sering berubah.
“Kalau yang masak orang sana, nanti gulai rasa India, rendang rasa India. Makanya dapur-dapur di sana wajib menggunakan pasta Indonesia supaya rasa tetap khas Indonesia,” terang Puspo.
Seluruh rempah dan bahan baku disebut Puspo, berasal dari petani lokal Indonesia. Ia juga menegaskan teknologi sterilisasi tanpa pengawet lebih aman bagi kesehatan jamaah, terutama lansia.
Menurutnya, jika dahulu, pasta yang dikirim pakai pengawet karena perjalanan kapal sampai 40 hari. Orang tua banyak batuk pilek, gangguan pencernaan. Sekarang dengan teknologi sterilisasi tidak perlu pengawet lagi, Meski kini menjadi solusi utama konsumsi jamaah haji.
Lebih lanjut dikatakan Puspo, awalnya orang belum yakin makanan seperti ini bisa berhasil. Produk pertama bahkan sempat tidak dipakai. Tapi setelah dicoba dan terbukti sukses, sekarang justru jadi solusi utama.
Saat ini PT HATI memproduksi makanan Ready to Eat dengan melibatkan sekitar 400 tenaga kerja lokal. Seluruh proses dilakukan dengan standar higienitas ketat, mulai dari pergantian alas kaki, cuci tangan, hingga penggunaan sarung tangan bagi pekerja produksi. Produk tersebut juga telah mengantongi berbagai sertifikasi penting seperti BPOM, halal BPJPH, ISO 22000, hingga persetujuan Saudi Food and Drug Authority (SFDA).
Puspo berharap makanan Ready to Eat tidak hanya digunakan saat puncak haji, tetapi juga menjadi solusi konsumsi jamaah reguler di Makkah dan Madinah selama menjalankan ibadah.
“Banyak makanan para jemaah yang telat dimakan dan akhirnya basi. Untuk itu solusi agar jemaah diberi makanan RTE.” usulnya.
Meskipun ini sebagai solusi jangka panjang untuk konsumsi jamaah haji Indonesia. Sehingga lebih praktis, lebih sehat, ekonomis, dan distribusinya jauh lebih mudah. (*/ian)

























