Peletakan karangan bunga di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti oleh Ketua PPAD Solo Kolonel (Purn) H Riza Thalib SH MH.
JATENGONLINE, SOLO – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23, Persatuan Pensiunan TNI Angkatan Darat (PPAD) Kota Surakarta menggelar rangkaian kegiatan yang sarat makna kebangsaan. Salah satu agenda utama adalah ziarah dan tabur bunga ke makam para pahlawan di Taman Pahlawan Kusuma Bhakti, Jurug, Surakarta. Selasa (4/8/2026)
Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan tertinggi terhadap jasa-jasa para pendahulu yang telah gugur demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
Kegiatan diawali dengan upacara dan peletakan karangan bunga, yang diikuti Oeh segenap pengurus dan anggota PPAD Solo beserta tamu undangan berlangsung dengan khidmat.
Dipimpin oleh Ketua PPAD Solo Kolonel (Purn) H Riza Thalib SH MH. ziarah ke makan pahlawan sebagai bentuk refleksi atas pengorbanan para pejuang. Dilanjutkan dengan tabur bunga di beberapa makam tokoh penting dan prajurit tanpa nama, aksi ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan upaya menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda.
“PPAD memiliki tanggung jawab moral untuk tidak pernah melupakan sejarah, dan jasa para pahlawan,” ujar Ketua PPAD Solo ditemui di lokasi ziarah.
Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini, lanjut Riza Thalib, adalah hasil darah dan air mata para pahlawan. Melalui ziarah ini, ingin mengingatkan seluruh anggota bahwa semangat bela negara harus terus hidup dalam setiap gerakan dan sikap.

Taman Pahlawan Kusuma Bhakti di Jurug memang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan warga Surakarta. Kawasan ini merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi mereka yang berjuang mempertahankan kemerdekaan, termasuk dalam peristiwa-peristiwa heroik di Solo pasca-kemerdekaan.
Bagi PPAD, berkunjung ke sini adalah cara untuk “menyambung lidah” dengan roh perjuangan leluhur.
Kegiatan HUT ke-23 ini juga menegaskan peran PPAD bukan hanya sebagai wadah purnawirawan, tetapi juga sebagai garda terdepan penjaga keutuhan NKRI. Di era modern di mana tantangan kebangsaan semakin kompleks, nilai-nilai ketabahan, loyalitas, dan rela berkorban yang dicontohkan para pahlawan di Kusuma Bhakti menjadi relevan lebih dari sebelumnya.
Usai tabur bunga, rombongan melanjutkan doa bersama agar arwah para pahlawan diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan agar PPAD Solo senantiasa diberikan kekuatan untuk melanjutkan estafet perjuangan. (*/ian)






















