JATENGONLINE, SOLO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo memperkuat komitmen dalam meningkatkan literasi, inklusi, dan pelindungan konsumen serta mendorong penggunaan produk dan/atau layanan jasa keuangan secara bijak oleh masyarakat, melalui penyelenggaraan kegiatan Road to Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Solo Raya Tahun 2026 yang dikolaborasikan dengan kegiatan FKIJK Solo Raya Run 2026 bertempat di Taman Balekambang, Kota Surakarta, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai rangkaian pelaksanaan BIK yang telah dimulai pada bulan September dan puncak BIK pada bulan Oktober. Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Komisi XI DPR Republik Indonesia Didik Haryadi, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 OJK Provinsi Jawa Tengah Bambang Hermanto, Kepala OJK Solo Mohammad Mufid, Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Surakarta, dan Pimpinan Industri Jasa Keuangan Solo Raya beserta 750 peserta lari dari Industri Jasa keuangan dan masyarakat umum.
Direktur OJK Provinsi Jawa Tengah Bambang Hermanto menyampaikan bahwa OJK bersama Kementerian/Lembaga terkait, Pemerintah Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diperingati setiap bulan Oktober.
“Selama periode pelaksanaan program BIK, akan diisi berbagai kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang tentunya membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dan pemangku kepentingan, khususnya di wilayah Solo Raya,” kata Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menyampaikan bahwa kegiatan Road to BIK Solo Raya 2026 menjadi momentum awal untuk memperluas kolaborasi selama periode September hingga Oktober 2026 dalam rangka meningkatkan literasi, inklusi, dan pelindungan keuangan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh PUJK sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan nonbank, untuk turut mendorong inklusi melalui penyediaan produk dan layanan keuangan yang sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk melalui berbagai program, insentif, hadiah, dan daya tarik lainnya yang dapat mendorong masyarakat untuk menggunakan produk dan layanan jasa keuangan,” ujar Bambang.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaborasi yang dikemas melalui kegiatan olahraga dan pameran industri jasa keuangan. Menurutnya, peningkatan akses keuangan perlu diiringi dengan pemahaman masyarakat agar penggunaan produk dan layanan jasa keuangan dilakukan secara aman dan bertanggung jawab.
“Dengan tingkat inklusi yang sudah mencapai 93,61 persen, sementara literasi masih berada pada 69,57 persen, kita perlu terus meningkatkan pemahaman masyarakat agar akses terhadap produk dan layanan keuangan juga diikuti dengan kemampuan untuk memilih dan menggunakannya secara tepat. Masyarakat juga harus semakin waspada terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal, khususnya tindak penipuan digital,” kata Astrid.
Pada kesempatan yang sama, Komisi XI DPR RI Didik Haryadi juga menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan di sektor keuangan yang semakin marak terjadi.
“Masyarakat diharapkan tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi maupun produk keuangan yang menjanjikan keuntungan tidak wajar serta selalu memastikan legalitas dan kewajaran suatu produk atau layanan keuangan sebelum melakukan transaksi,” ujar Didik.
Sebagai bentuk pelaksanaan rangkaian BIK Solo Raya 2026, akan diselenggarakan berbagai kegiatan literasi dan inklusi yang melibatkan OJK, industri jasa keuangan, Pemerintah Daerah, serta berbagai pemangku kepentingan. Sementara itu, gebyar Puncak BIK Solo Raya 2026 akan dilaksanakan pada akhir Oktober 2026 di Kabupaten Sragen.
Dalam rangkaian seremonial Road to BIK Solo Raya 2026, OJK menyelenggarakan penganugerahan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Solo Raya Award 2026, Hari Indonesia Menabung (HIM) Solo Raya Award 2026 dan Financial Literacy Solo Raya Award 2026.
KEJAR dan HIM Solo Raya Award diberikan kepada industri perbankan yang aktif mendukung implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) melalui pembukaan rekening dan edukasi serta melalui program Bank Goes to School.
Sementara itu, Financial Literacy Solo Raya Award 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada PUJK yang telah berperan aktif dalam mendorong peningkatan literasi keuangan secara masif dan merata di wilayah Solo Raya.
Kedua penghargaan tersebut diharapkan dapat semakin mendorong semangat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.
Berikut adalah daftar penerima apresiasi:
Financial Literacy Solo Raya Award 2026 – Kategori PUJK dengan Program Literasi Keuangan Teraktif
PT BPD Jawa Tengah (Persero) – PUJK Bank Umum/Bank Umum Syariah.
PT BPR Bank Djoko Tingkir (Perseroda) Kabupaten Sragen – PUJK BPR/BPRS.
PT Phintraco Sekuritas – PUJK Pasar Modal.
PT Pegadaian (Persero) – PUJK Industri Keuangan Nonbank.
KEJAR Solo Raya Award 2026 – Kategori Perbankan dengan Program Hari Indonesia Menabung (HIM) Terinklusif
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk – PUJK Bank Umum/Bank Umum Syariah.
PT Bank Perekonomian Rakyat Bank Boyolali (Perseroda) – PUJK BPR/BPRS.
Bank Goes to School (BGTS) Solo Raya Award 2026 – Kategori Perbankan dengan Program BGTS Teraktif
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk – PUJK Bank Umum/Bank Umum Syariah.
PT Bank Perekonomian Rakyat Bank Boyolali (Perseroda) – PUJK BPR/BPRS.
Dalam rangkaian kegiatan juga dilakukan launching Sobat Duta Literasi Bengawan yang diharapkan dapat menjadi penggerak sekaligus perpanjangan tangan dalam menjangkau masyarakat dan meningkatkan pemahaman mengenai literasi keuangan khususnya di wilayah Solo Raya.
Kegiatan juga dimeriahkan dengan kegiatan Expo Industri Jasa Keuangan dan pelaku UMKM Kota Surakarta dan kegiatan edukasi keuangan yang dikolaborasikan dengan Festival Payung Indonesia (FESPIN) XIII 2026 turut memperkuat semangat sinergi lintas sektor dengan menghadirkan kegiatan yang memadukan olahraga, sektor keuangan, pemberdayaan UMKM, dan budaya serta kreativitas/seni.
Melalui serangkaian kegiatan ini, sinergi dan kolaborasi antara OJK, Pemerintah Daerah, Industri Jasa Keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin kuat untuk memperluas akses keuangan yang berkualitas sekaligus meningkatkan pemahaman dan inklusi keuangan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat Solo Raya diharapkan semakin cerdas, inklusif, dan terlindungi dalam mengakses dan menggunakan produk serta layanan jasa keuangan. (*/ian)




















