Shafiyyatul Rahil Putri Wong Solo Group, Usia 24 Tahun, Rintis “Sedjati-ne Coffee and Eatery”, Bukti Regenerasi Bisnis Kuliner Berbasis Ilmu

Berita, Sukoharjo19 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Industri kuliner di wilayah Kartasura kembali bergeliat dengan kehadiran wajah baru yang membawa segar. Shafiyyatul Rahil Puspo Wardoyo, atau yang akrab disapa Rahil, resmi meluncurkan usaha kafe dan pastry pertamanya bertajuk “Sedjati-ne Coffee and Eatery”.

Grand opening yang digelar pada 3 Oktober 2026 ini menandai babak baru bagi putri dari pengusaha kuliner Puspo Wardoyo owner ong Solo Group untuk membuktikan diri di dunia bisnis secara mandiri.

banner 336x280

Meski berasal dari keluarga dengan rekam jejak kuliner yang gemilang, Rahil tidak sekadar “mewarisi” nama besar. Di usianya yang masih sangat muda, yakni 24 tahun, ia memilih membangun identitas bisnisnya sendiri dengan fondasi pendidikan formal di bidang tata boga.

Keputusan ini menunjukkan keseriusannya untuk menggabungkan passion, ilmu akademis, dan warisan nilai keluarga menjadi sebuah konsep usaha yang orisinal dan berkelanjutan.

Konsep Outdoor yang Menyasar Generasi Muda & Keluarga
Terletak di kawasan Pabelan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Sedjati-ne Coffee and Eatery dirancang dengan konsep outdoor yang asri dan nyaman. Lokasi strategis di jalur penghubung Solo-Kartasura ini sengaja dipilih untuk menangkap pasar mahasiswa dari kampus-kampus sekitar, kaum muda profesional, hingga keluarga yang mencari tempat bersantai di akhir pekan.

Menu yang ditawarkan pun mencerminkan latar belakang pendidikan Rahil. Selain menyajikan kopi berkualitas, kafe ini menonjolkan aneka pastry buatan sendiri (homemade) yang dibuat dengan standar teknis tinggi namun tetap memiliki cita rasa lokal yang autentik. Nama “Sedjati-ne” sendiri mengandung filosofi ketulusan dan keaslian, yang menjadi roh dari setiap hidangan yang disajikan.

Regenerasi yang Terukur dan Berbasis Kompetensi
Kehadiran Rahil di panggung bisnis kuliner Kartasura menjadi contoh positif regenerasi pengusaha muda. Ia tidak terburu-buru ekspansi, melainkan memulai dengan fondasi yang kuat: lokasi yang tepat, target pasar yang jelas, dan produk yang dikuasai secara teknis.

“Saya ingin Sedjati-ne bukan hanya sekadar tempat nongkrong, tapi juga ruang di mana orang bisa merasakan ketulusan dalam setiap sajian. Ilmu tata boga yang saya pelajari membantu saya menciptakan produk yang konsisten, sementara semangat muda membantu saya memahami apa yang diinginkan pelanggan masa kini,” ungkap Rahil dalam kesempatan grand opening.

Langkah Rahil juga mendapat dukungan penuh dari sang ayah, Puspo Wardoyo. Bagi Wong Solo Group, keberhasilan anak-anaknya merintis usaha mandiri adalah bentuk keberlanjutan legacy yang paling bermakna.

Dengan kombinasi antara pengalaman keluarga, pendidikan formal, dan inovasi generasi muda, Sedjati-ne Coffee and Pastry diprediksi akan menjadi destinasi kuliner favorit baru di Sukoharjo yang mampu bersaing di era modern tanpa kehilangan akar tradisinya. (*/ian) 

banner 336x280