Slamet Pramono
JATENGONLINE, SUKOHARJO – Di balik setiap kemenangan politik, selalu ada kisah-kisah tak terdengar dari para relawan yang bekerja tanpa lelah. Salah satunya adalah Slamet Pramono (54), warga Dusun Songgolangit, Desa Gentan, Kecamatan Baki, Sukoharjo. Sebagai bagian inti dari tim pemenangan Mas Samrodin, Slamet bukan sekadar pendukung, melainkan saksi hidup bagaimana pendekatan humanis dan kerja keras di tingkat akar rumput mampu mengubah peta dukungan di wilayah basis tradisional.
Songgolangit: Basis Dukungan yang Dibangun dari Hati ke Hati Bagi Slamet, Songgolangit bukan hanya tempat tinggal, tapi juga medan perjuangan. “Dulu, warga di sini skeptis. Mereka merasa aspirasinya tidak pernah didengar,” kenang Slamet saat ditemui di acara silaturrahmi dan konsolidasi pemenangan di rumah Mas Samrodin. Senin (2/11/2026) malam.
“Mas Samrodin berbeda. Beliau tidak datang hanya saat butuh suara, tapi hadir saat kami punya masalah, mulai dari irigasi macet hingga urusan administrasi KTP.” kata Slamet.
Slamet menceritakan bahwa kunci keberhasilan timnya di Gentan adalah ketekunan melakukan blusukan door-to-door. Bukan dengan janji manis atau bantuan sesaat, melainkan dengan mendengarkan.
“Kami duduk bersama warga di teras rumah, minum teh panas, dan mendengar keluh kesah mereka. Mas Samrodin mencatat setiap keluhan itu. Itu yang membuat warga merasa dihargai sebagai manusia, bukan sekadar objek pemilih,” ujarnya.
Testimoni Warga: “Akhirnya Ada yang Memihak Kami” Pendekatan ini membuahkan hasil. Ibu Siti, seorang lansia pensiunan di Songgolangit, memberikan testimoninya. “Saya sudah tiga pemilu tidak memilih karena kecewa. Tapi waktu Mas Samrodin datang membantu memperbaiki saluran air kami tanpa diminta, saya tersentuh,” tuturnya.
Testimoni senada datang dari Pak Harjo, warga RT setempat. “Tim Mas Samrodin, termasuk Mas Slamet, itu solid. Mereka tidak pilih-pilih tetangga. Yang pro atau kontra, semuanya diajak ngobrol dengan sopan. Tidak ada intimidasi. Ini baru demokrasi yang sehat,” puji Harjo.
Slamet Pramono: Relawan yang Menemukan Makna Baru Bagi Slamet sendiri, bergabung dengan tim Mas Samrodin adalah titik balik dalam hidupnya. Sebagai mantan buruh pabrik yang sempat menganggur, ia menemukan kembali harga dirinya melalui pengabdian ini.
“Awalnya saya ragu bisa berkontribusi. Tapi Mas Samrodin memberi kepercayaan. Beliau bilang, ‘Kamu kenal wargamu lebih baik dari siapa pun. Gunakan itu.’ Sekarang, saya tidak lagi merasa kecil. Saya punya peran,” ungkap Slamet dengan mata berkaca-kaca.
Kisah Slamet Pramono dan warga Songgolangit membuktikan bahwa kemenangan sejati tidak hanya diukur dari angka di kotak suara, tetapi dari seberapa banyak hati yang tersentuh dan harapan yang kembali tumbuh. Bagi tim Mas Samrodin, Songgolangit bukan sekadar daerah pemilihan, melainkan bukti bahwa politik yang berpihak pada rakyat kecil masih mungkin terjadi di Sukoharjo. (*/ian)




















