Fleksibilitas dan Potensi Imbal Hasil Tinggi, Waran Terstruktur Cepat Diminati Investor Selain Saham

banner 468x60

JATENGONLINE, KARANGANYAR – Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik menyampaikan, jika Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga kini terus mencatatkan pertumbuhan secara signifikan, dalam Workshop Wartawan Daerah bertema “Produk Non Saham di BEI” yang digelar di Rumah Atsiri, Tawangmangu, Karanganyar, Kamis 2 Oktober 2025.

Kepala BEI Jateng II, M. Wira Adibrata, saat membuka workshop tersebut diikuti oleh puluhan wartawan dari berbagai media di wilayah Solo Raya.

banner 336x280

Jeffrey memaparkan, bahwa hingga awal Agustus 2025 kapitalisasi pasar BEI telah mencapai Rp13.400 triliun, menempatkan Indonesia dalam jajaran 20 bursa saham terbesar di dunia.

Dimana, nilai transaksi harian di BEI kini menembus Rp13,4 triliun.

“Dengan capaian ini, Indonesia masuk peringkat ke-11 bursa terbesar secara global dari sisi aktivitas perdagangan,” terang Jeffrey.

BEI pun juga memperluas jenis produk investasinya, meskipun selain fokus pada saham. Beberapa instrumen baru yang telah atau segera diluncurkan antara lain bursa karbon, waran terstruktur, short selling, liquidity provider, hingga instrumen repo.

Adapun salah satu yang kini menarik perhatian adalah Waran Terstruktur (Structured Warrant/WT). Produk ini relatif baru, namun cepat diminati investor karena fleksibilitas dan potensi imbal hasil yang tinggi.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 BEI, Ignatius Denny Wicaksono, menjelaskan bahwa Waran Terstruktur merupakan efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli (Call) atau menjual (Put) suatu saham tertentu pada harga dan waktu yang sudah ditentukan.

Berbeda dengan saham atau waran biasa, transaksi WT tidak memerlukan eksekusi fisik saham Penyelesaian dilakukan secara tunai.

“Transaksi WT tidak memerlukan eksekusi fisik saham. Penyelesaian dilakukan secara tunai dan otomatis melalui Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI),” terang Denny.

WT juga memiliki keunggulan lain, yakni likuiditas yang terjamin berkat peran liquidity provider, serta efek leverage yang membuat investor bisa mendapatkan potensi return lebih besar dengan modal relatif kecil.

Sejak pertama kali diterbitkan pada 2022, Waran Terstruktur terus berkembang. Tahun 2025 menjadi momentum penting dengan hadirnya WT tipe Put serta perluasan underlying dari IDX30 ke IDX80.

Hasilnya, jumlah pencatatan WT melonjak tajam di pertengahan 2025. Nilai perdagangannya pun meningkat signifikan, dengan rata-rata transaksi tumbuh lebih dari 400% dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini menunjukkan semakin banyak investor yang mulai memanfaatkan WT, baik untuk trading jangka pendek maupun strategi hedging dalam menghadapi volatilitas pasar.

Meski menjanjikan keuntungan tinggi, Denny mengingatkan bahwa risiko dalam WT juga tidak kecil. Karena semakin tinggi potensi keuntungan, semakin tinggi pula risikonya.

“Kunci sukses ada pada pemahaman strategi dan disiplin mengelola risiko,” tegasnya.

Untuk itu, BEI menyediakan beragam saluran edukasi agar investor bisa lebih memahami produk ini. Di antaranya E-learning di platform TICMIEdu, Handbook Waran Terstruktur, Podcast BEI, hingga fasilitas virtual trading di aplikasi IDX Mobile.

Dengan berbagai sarana pembelajaran tersebut, diharapkan investor bisa lebih matang dalam mengenali risiko sekaligus menyusun strategi sebelum benar-benar terjun ke perdagangan Waran Terstruktur. (*/ian) 

banner 336x280