Aksi Bela Kiai Sampai Mati di Bundaran Gladag Solo, Gus Burhan: Jika Tidak Ada Respon Trans7, Akan Gelar Aksi Lebih Besar Lagi!

Berita, Pernik665 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Demo sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan atas kisruhnya akibat dari tayangan Trans7 yang dinilai telah melecehkan kaum santri dan kiai ratusan santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) Solo Raya menggelar aksi, menuntut agar pimpinan stasiun Televisi Trans 7 datang langsung untuk minta maaf kepada Ponpes Lirboyo.

Ketua Koordinator Aksi Bela Santri Bela Kiai, Gus Burhan Hilal menyampaikan, bahwa acara yang digelarnya ini dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia atas perintah Kiai, khususnya dari pimpinan pusat Pagar Nusa, sebagai penjaga atau pagarnya NU, pagar bangsa untuk menggelar aksi bela Kiaai sampai mati.

banner 336x280
Gus Burhan

“Ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian santri, Kiai dan Ponpes.” tegas Gus Burhan, ditemui usai orasi di Bundaran Gladag Solo. Minggu (19/10/2025)

Tampak hadir di kegiatan tersebut, para alumni Pondok Lirboyo serta puluhan kiai lainnya, sebagai solidaitas santri memanggil, bela pesantren dan bela marwah Kyai.

“Ada dhawuh (peritah) dari Kiai dan guru kami untuk membekali para santri, serta berisiap-siap mnghadapi segala kemungkinan” tegas Burhan.

Santri itu, lanjut Burhan, tidak hanya ngaji, tetapi juga harus mampu membela diri dan membela serta menjaga Kiai sampai mati, itu terbukti saat berjuang dalam memerdekakan NKRI itupun dhawuh dari Kiai.

Untuk itu pada akhir aksi, selain di ijazahkan dengan membaca surat Al Fil, para santri pun diajarkan jurus pencak silat Pagar Nusa. Dalam surat Akan Fil itu, terdapat satu mujizat yang luar biasa untuk menghancurkan orang-orang dzolim yang memusuhi umat Islam.

Adapun target dari aksi ini yang pertama yakni agar masyarakat tahudan paham apa itu pesantren, bagaimana adab santri dan bagaimana cara menghormati Kyai.

“Semua itu sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat tentang kehidupan di Pondok Pesantren” tambahnya

Dalam aksi kali pertama digelar ini, sejumlah aparat dari kepolisian, TNI dan Satpol PP juga sangat membantu lancarnya kegiatan ini, sehingga tidak ada sesuatu yang menghalangi maupun tidak ada yang mengintimidasi , semua suport, karena ini juga perjuangan untuk menjaga NKRI.

Setelah aksi ini, tidak ada perkembangan, pertobatan khususnyaTrans 7, untuk segera sowan langsung ke Pondok Lirboyo untuk meminta maaf dan tidak membuat sebuah tayangan yang mengembalikan marwah atau nama baik Kiai, maka akan ada aksi lanjutan yang lebih besar lagi. (*/ian)

banner 336x280