GAPEMBI Jateng: Permudah Anggotanya Sertifikasi Halal Dapur SPPG Secara Kolektif, Ditengah Maraknya ‘Mafia Halal’

Berita, Pernik508 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO, Gapembi Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), Kamis (30/10/2025), di ruang meeting Kantor Kadin Surakarta. Dengan agenda teknis sertifikasi halal dan rencana pelantikan pengurus.

Rakor di gelar juga secara zoom, bagi yang tidak bisa hadir langsung, dengan agenda teknis sertifikasi halal dan rencana pelantikan pengurus.

banner 336x280

Menghadirkan Direktur Halal Center Syarikat Islam, H. Subhan Wirya Wijaya, S.Ag., MM., ME sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pendamping Halal Seluruh Indonesia.

Ketua Umum Gapembi Jawa Tengah, Mustofa Shafawi menyampaikan, bahwa salah satu kegiatan Gapembi terkait sertifikasi halal bagi mitra dan anggota untuk bisa memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang luar biasa ketat.

“Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, kalau syarat itu teman-teman sekalian tidak dipenuhi, maka alurnya gak jalan, gak bisa operasional,” papar Mustofa, mengawali koordinasi.

Ada disitu namanya SLHS, yang kemarin juga sudah di bahas bersama pada rakor sebelumnya, dan juga di dorong oleh semua mitra-mitra.

Dan sudah bertemu satgas provinsi di bantu oleh Asosiasi Pendamping Halal Seluruh Indonesia. Lewat dinas di povinsi untuk teman-teman itu bisa dipercepat pengurusannya.

“Karena eskalasi berbasisnya di Kabupaten Kota, maka kita dorong nanti teman-teman khususnya yang member Gapembi secara kolektif berkoordinasi dengan Satgas Kabupaten Kota. Yakni Bupati dan Wakil Bupati maupun Walikota atau Wakil Walikota,” kata Mustofa.

Para mitra didorong untuk mempercepat proses sertifikasi halal, di tengah prosesnya semua berpacu di dapurnya masing-masing mulai dari proses persiapan. Proses yang banyak sekali yang harus dilakukan Mitra yang kini rata-rata memiliki lebih dari 2-3 dapur.

“Kita ini mitra paling bawah, jadi imbasnya semua yang gak ada tawar menawar.” tegas Mustofa.

Sebelumnya sosialisasi sertifikasi halal sudah dilakukan dari Semarang lewat Zoom, ketika rakor di gelar di hotel Asia Solo, yang merupakan kegiatan Gapembi Jateng kali kesekian meskipun secara resmi belum dilantik. Meskipun lebih berada dipinggir dapur belakang ini, baik. Tapi karena kebutuhan dan kondisi yang mengharuskan kita lakukan karena Asosiasi Pengusaha Makan Bergizi Indonesia.

“Bahwa ngurus SLHS itu, bukan ngurus satu surat aja, karena rentetannya panjang,
mulai dari penjamahan semua harus ikut. Dilakukan oleh dinas kesehatan, ada uji makanan, uji air, uji alat. Jadi kewajiban kita bareng-bareng, kami semua berbenah,” terangnya.

Diakui oleh Mustofa, bahwa iya ada KLB, tapi KLB dikatakan, ada hikmah buat pihak dan membernya, semua jadi berbenah dan membuatnya bener-bener higienis, dan bagaimana menjadikan tata kelola menjadi pengelolaan makanan agar menjadi lebih baik lagi.

Ditambahkan Mustofa, bahwa member Gapembi Jateng rata-rata memiliki lebih dari satu dapur, artinya kalau dibayangkan sebetulnya kalau memang gelar kepahlawanan itu pantas diberikan buat kita dan latihan ini ya, karena semua member menggunakan modal sendiri semua, dimana di Jawa Tengah ada sekitar 3200.

“Anggota Gapembi Jateng insya Allah sudah ya 500 menuju ke 1.000, artinya mereka. Satu dapur ada yang 1 miliar, ada sampai 2 miliar.” jelas Mustofa.

Sementara itu, Direktur Halal Center Syarikat Islam, H. Subhan Wirya Wijaya menyampaikan, bahwa tim ahli dari asosiasi pendamping dan pendidik halal Indonesia. Untuk membuat rancangan regulasi kita berikan kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Untuk mempermudah seluruh proses pembuatan sertifikasi halal dapur.

Tapi sebelum regulasi itu jadi, akan di terapkan pertama kalinya di Jawa Tengah, termasuk pembuatan inovasi menu yang unlimited.

“Karena begini, mohon maaf hari ini lagi banyak mafia halal. Yang berkeliaran di seluruh Indonesia. Kemarin tim saya nangkap ada 10 oknum, dan itu sudah kita serahkan ke Polda Metro,” kata Subhan.

Yang tiba-tiba, menurut Subhan, mereka menjual bagaimana sertifikasi halal
yang di manipulasi, yang seharusnya itu sertifikasi halal gratis, namun tiba-tiba disuruh berbayar sertikler.

Padahal sudah ada tandanya, tanda-tandanya yakni KFSD, dan mereka tidak lebih dari 10 menu.

“Tetapi oknum-oknum ini bermain dengan memanfaatkan hasil dari desakan-desakan kita. Beberapa waktu yang lalu,
supaya warteg, warung sunda, warung makan, warung bakar. Itu bisa sertikler hingga 30 menu. Nah itulah yang dipakai oleh oknum-oknum P3H. Itu permainan,” ujarnya.

“Jadi kalau ada yang menawarkan 30 menu
Dengan harga 2 juta, catet orangnya, lihat identitasnya, info ke saya, hari itu juga insya Allah kita selesaikan,” pungkasnya. (*/ian)

 

banner 336x280